timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Beri Sinyal Tinggalkan Dewa United di Putaran Dua, Top Skor Sementara Liga 1 Disebut Duet Terbaik Everton di PSM

Baca Juga

Wiwink-Bola, Rabu 23 November 05:58 WIB

Dua pemain asing disebut akan jadi duet maut jika ditandemkan di PSM Makassar

TIMURKOTA.COM, MAKASSAR- Manajemen PSM Makassar disebut sejak era duet Oscar Aravena dan C. Gonzales berlalu tak ada lagi duet penyerang yang layak disebut sebagai pembunuh.


Hampir setiap tahun, bahkan terkadang dalam 12 bulan manajemen PSM Makassar menggonta-ganti ujung tombak mereka. 

Musim lalu dua striker jadi tumbal di PSM Makassar. Pertama Anco Jansen didepak di tengah jalan, kemudian masuk striker asal Australia Golgol Mebrahtu. 

Tak ada yang mampu memberi konstribusi positif hingga akhirnya mereka harus terdepak jelang pembentukan tim untuk Liga 1 2022.

Awal musim ini manajemen PSM Makassar kemudian mendatangkan, seorang striker lainnya yakni Everton Nascimento.

Hingga pekan ke-11, ujung tombak asal Brasil ini telah memberi sumbangsi tiga gol untuk Pasukan Ramang. Secara keseluruhan, Everton dianggap cukup baik. 

Namun tampaknya dia membutuhkan striker asing murni yang memiliki naluri mencetak gol atau predator di depan gawang lawan.

Pemain disebut paling cocok jadi duet maut Everton Nascimento di PSM Makassar adalah Karim Rossi. Striker berpaspor Swiss itu masih asing di telinga pencinta sepak bola nasional. 

Rossi kemungkinan besar akan meninggalkan Dewa United. Ia akan melanjutkan karir di Liga 1 2022 dengan bergabung di klub yang bersedia menawarkan korntrak jangka panjang.

Maklum saja, Rossi memang baru musim ini menjalani debut karier di Indonesia. Dia juga bergabung dengan Dewa United, yang notabene adalah klub promosi.

Pemain berusia 28 tahun itu datang dengan reputasi yang cukup apik. Dia tercatat pernah bergabung dengan klub Inggris, yakni Stoke City dan Hull City, yang sayangnya tidak membukukan penampilan di sana.

Catatan statistik bersama klub sebelumnya terbilang biasa saja lantaran tak pernah mampu mencetak lebih dari satu digit gol. Yang paling mentereng adalah saat membela klub Luksemburg, Racing-Union, dengan torehan sembilan gol, dan itu pun dilakoni dalam 23 laga.

Namun, Karim Rossi tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi dengan kompetisi Indonesia. Dia langsung nyetel dan tampil cukup apik bersama Dewa United yang merupakan klub Asia pertamanya.

Karim Rossi mampu mendulang lima gol dari 10 penampilan saja di Liga 1. Artinya, dia memiliki rataan 0,5 gol per pertandingan.

Raihan itu sebenarnya masih kalah dari sejumlah striker asing lain macam Matheus Pato (Borneo Samarinda) atau David da Silva (Persib Bandung). Namun, Rossi berpotensi untuk terus menambah koleksi golnya.

"Untuk pemain termasuk pemain asing semua keputusan ada di pelatih nanti kami tinggal eksekusi saran dan permintaan tambahan pemain dari mereka," ungkap, CEO PSM Makassar Sadikin Aksa.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close