timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Termasuk PSM Makassar, Inilah 6 Tim Liga 1 yang Tercatat di FIFA Pernah Terlibat Kerusuhan Suporter

Baca Juga

Wiwink-Bola, Senin 10 Oktober 2022 15:07 WIB

Pasca Kerusuhan di Kanjuruhan Malang


TIMURKOTA.COM, JAKARTA- Catatan di FIFA terkait dengan kasus kerusuhan suporter di Indonesia tidak hanya tragedi Kanjuruhan Malang.

 

Sedikitnya ada enam klub yang pernah mengalami kerusuhan namun dari data yang ada hampir semua kasus ada korban jiwa.

Terkecuali kasus penembakan gas air mata yang dilakukan polisi saat membubarkan suporter PSM Makassar pada Liga 1 2017 lalu.

Berikut enam kasus karusuhan yang pernah terjadi di Indonesia dan sampai saat ini masih tercatat di FIFA:



1. Tragedi Kanjuruhan (2022) 131 Tewas Jauh meninggalkan catatan korban pada empat insiden sebelumnya, Kerusuhan Kanjuruhan menjadi yang paling besar di sepak bola Indonesia. Berdasarkan keterangan beberapa pihak, tragedi di Stadion Kanjuruhan bukan merupakan bentrok antarsuporter. Sebab, Bonek sudah dilarang hadir ke markas Arema FC pada laga tersebut. Banyaknya korban meninggal dunia diduga karena sesak napas akibat gas air mata dan berdesakan saat keluar dari stadion. Hingga berita ini dibuat, sebanyak 131 orang tewas dalam kejadian itu.

2. Persibo vs Persebaya (2012) 5 Tewas Setahun berselang, ada insiden usai laga Persibo Bojonegoro vs Persebaya Surabaya pada Liga Indonesia 2012.

Lima orang meninggal dunia, empat di antaranya terkonfirmasi sebagai Bonek, pendukung Persebaya. Kelima orang itu meninggal usai terkena lemparan batu saat berada di dalam kereta. Pelaku pelemparan ditengarai sebagai suporter Persela Lamongan yang saat itu hubungannya kurang baik dengan Bonek. 

3. Persija vs Persib (2012) 3 Tewas Selain Arema FC vs Persebaya, laga Persija vs Persib juga menjadi partai paling panas di sepak bola Indonesia. Pada 2012, misalnya, tiga orang suporter Persija meninggal dunia akibat pengeroyokan. Ironisnya, itu bukan insiden terakhir yang menewaskan suporter akibat rivalitas panas Persija vs Persib.

4. Bentrok Aremania dan Bonek (2014) 3 Tewas Tiga orang Aremania meninggal dunia akibat bentrokan dengan Bonek di Tol Simo. Derby Jawa Timur antara Arema FC dan Persebaya memang terkenal sangat panas bahkan sebelum era Liga 1. Ketiga Aremania itu meninggal dunia diduga karena menjadi korban pengeroyokan. 

5. Persita vs Persikota (2011) - 2 Tewas Bentrok dua kelompok suporter dari tim sekota, Persita dan Persikota, menelan korban pada 2011. 

Insiden saling lempar antara Benteng Mania (suporter Persikota) dan Benteng Mania (Benteng Viola) mengakibatkan dua suporter merenggang nyawa. 

Dari data yang didapatkan, dua suporter dari Benteng Viola yang masih berusia di bawah 17 tahun meninggal akibat pemukulan dan pengeroyokan.

6.PSM Makassar vs Bali United saat itu berlangsung di Stadion Mattoanging di Laga Liga 1 2017 juga terjadi kerusuhan.

Laga PSM Makassar vs Bali United kala itu berlangsung di Stadion Mattoanging, Senin (6/11/2017) berakhir dengan kekalahan skuad Juku Eja 0-1.

Kekalahan tersebut membuat PSM Makassar menutup peluang keluar sebagai juara Liga 1 2017 yang membuat suporter PSM Makassar memulai kerusuhan.

Hanya saja kerusuhan di laga tersebut tak berakhir seperti tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan baru-baru ini.

Ada satu peristiwa pada kerusuhan di laga PSM vs Bali United di Stadion Mattoanging kala itu.

Awalnya etik-detik terakhir tambahan waktu babak kedua, Bali United mencuri gol sehingga mampu mengungguli tuan rumah PSM Makassar 0-1.

Tak berlangsung lama, para pemain Bali United yang melakukan selebrasi dianggap berlebihan oleh official dan suporter PSM.

Sejumlah official PSM pun mendatangi bench pemain Bali United, beberapa diantaranya juga mendatangi wasit dan pengawas pertandingan sehingga turut memicu para suporter melakukan pelemparan.

Selanjutnya para suporter pun merangsek masuk begitupun petugas keamanan langsung melakukan pelindungan kepada para pemain Bali United.

Sementara suporter dari sektor tribun terbuka sebelah timur melakukan pelemparan juga ke dalam lapangan.

Polisi bertameng kemudian mengarah ke suporter yang melempar dan selanjutnya melepaskan tembakan gas air mata.

Namun tak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pemain dan official PSM Makassar kemudian meminta kepada aparat kepolisian untuk menghentikan tembakan gas air mata ke arah penonton.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close