timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Tak Sempat Ganti Baju Usai Hajar Wanita, Oknum Polisi di Pinrang Langsung Disikat Propam

Baca Juga

Wiwink-Viral, Sabtu 17 September 2022 23:29 WIB

Detik-detik Oknum Polisi aniaya perempuan


TIMURKOTA.COM, PINRANG- Video aksi penganiayaan yang dilakukan oknum polisi berinisial Aipda S di Desa Waetuoe, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan viral di media sosial.


Dalam rekaman video tampak pelaku yang tak mengenakan pakaian dinas mendekati seorang perempuan memakai jilbab warna biru.

Sambil marah-marah, pelaku beberapa kali melayangkan bogem mentah yang mengenai wajah korban. Sesekali korban terlihat berusaha menghindar dengan menutup wajahnya namun upayanya itu tak berhasil.

Seorang pria mamakai pakaian loreng sempat menghampiri pelaku dan meminta agar berhenti melakukan pemukulan. Namun permintaan itu tak digubris Aipda S.

Ia masih saja terus berusaha menyerang korban. Selain memukul sesekali juga pelaku menunjuk-nunjuk korban di depan wajahnya.

Belum diketahui apa yang menjadi pemicu oknum polisi itu murka dan menyerang korban yang merupaka wanita.

Kapolres Pinrang, AKBP Roni Mustofa yang dikonfirmasi awak media mengatakan, pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak korban.

Meski begitu, Roni menyebutkan pihaknya telah memanggil dan langsung menahan anggotanya usai video tersebut viral di media sosial.

"Kejadiannya pada Kamis 15 September 2022. Tidak ada laporan polisi, namun berdasar video itu kita menahan oknum anggota kami," tukasnya.

Ia melanjutkan, oknum polisi itu telah diperiksa Propam Polres Pinrang dan ditahan untuk memberi efek jera.

"Kita juga telah memanggil saksi-saksi dan korban itu sendiri. Pelaku juga masih diperiksa oleh Propam dan sudah ditahan untuk memberikan efek jera," kata Roni.

Antara pelaku dan korban, kata Roni, masih ada hubungan keluarga. Setalah diperiksa dan dilakukan pemanggilan kepada saksi dan korban, keduanya sudah berdamai.

"Dari hasil penyelidikan oknum polisi itu mempunyai empang yang dikelola oleh korban. Dari laporan korban hasil panen ikan di empang sedikit. Namun, sang oknum polisi pemilik empang itu mendapatkan informasi bahwa hasil panen ternyata banyak. Hal itu jadi pemicu kemarahan pelaku," jelas Roni.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close