timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

PSSI Kembali Sanksi 6 Wasit Liga 1. Bagaimana Nasib Zietman Pangaribuan yang Diduga Curangi PSM Makassar

Baca Juga

Wiwink-Bola, Rabu 7 September 2022 21:13 WIB



TIMURKOTA.COM, JAKARTA- Pertandingan antara tuan rumah Persik Kediri melawan PSM Makassar diwarnai dengan beberapa keputusan kontroversial dari wasit Zetman Pangaribuan yang memimpin pertandingan.


Beberapa keputusan wasit asal DKI Jakarta itu merugikan tim tamu. Sebaliknya bagi tuan rumah mereka beberapa kali mendapat keuntungan dari keputusan pengadil lapangan.
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares mengatakan, demi perkembangan sepakbola maka diperlukan adanya evaluasi terhadap wasit.

"Ini menjadi tugas dan tanggungjawab dari federasi. Kami tak ingin ada pemain bola harus mengakhiri karirnya karena pelanggaran keras yang sebabkan tak adanya ketegasan wasit," terang dia.

Ia menilai, ada beberapa pelanggaran keras masuk dalam kategori kartu merah. Namun, oleh wasit tak ditanggapi. 

"Pelanggaran semestinya dapat kartu malah dibiarkan. Sementara ketika pemain kami melanggar lawan dengan mudah diberi kartu," tukas dia.

Berikut Lima Fakta Dugaan Kecurangan Wasit Dalam Laga PSM Makassar Melawan Persik Kediri:

1. Buruk Dalam Memimpin Pertandingan

Ketegasan wasit menjadi sebuah kaharusan ketika memimpin pertandingan. Para pemain yang melanggar maka tentu harus ditindaki.
Pemandangan itu tak terlihat ketika Persik Kediri melawan PSM Makassar. Wasit baru bertindak ketika mendapat tekanan dari pemain tuan rumah.
Terdapat beberapa pelanggaran semestinya diganjar kartu namun itu tak dilakukan wasit. Sementara ada beberapa pelanggaran kecil malah hasilkan kartu.

2. Pemukulan Terhadap Wiljan Pluim Luput dari Wasit

Dalam tayangan ulang, sebelum Kapten Tim, Wiljan Pluim melakukan pelanggaran, ia mendapat pukulan atau sikutan keras dari bek lawan.
Namun anehnya, wasit hanya melihat pelanggaran yang dilakukan Wiljan Pluim. Bukan hanya itu, reaksi Pluim ketika merasa dirugikan oleh keputusan wasit malah berbuah kartu merah.
Padahal dalam insiden ini sama sekali tak ada kontak fisik dari Pluim. Upaya menyerang wasit juga tak ada. Yang ada hanya reaksi sebagai bentuk kekecewaan terhadap wasit.

3. Pelanggaran Fatal Terhadap Rasyid Bakri Diabaikan Wasit

Pelanggaran keras lainnya yang luput dari pengamatan wasit yakni ketika Rasyid Bakri ditekel oleh pemain lawan menggunakan dua kaki. 
Aksi ini menyita perhatian, pasalnya terjadi tepat di depan mata wasit. Alih-alih mendapat kartu merah, pengadil malah menganggap itu pelanggaran biasa.
Padahal, terlihat jelas kaki lawan terangkat kemudian menghantam kaki kapten kedua PSM Makassar, Rasyid Bakri.

4. Selalu Menghentikan Pertandingan Saat PSM Lakukan Counter Attack 

Saat pemain PSM Makassar mendapat peluang wasit berupaya menghentikan laga. Meski tak ada pelanggara berarti.
Dalam sepak bola, terkadang ada pelanggaran yang tak langsung direspon wasit dengan alasan bola dalam penguasaan tim yang dilanggar.
Namun hal itu tak terjadi dalam pertandingan Persik Kediri melawan PSM Makassar.
"Setiap kita memenangkan bola, kita mau menginisiasi memulai dengan counter, pertandingan dihentikan wasit. Pelanggaran ditiup, padahal wasit tidak memberikan kartu," beber Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares.

5. Pelatih Sindir Wasit dengan Sebutan Bintang Lapangan

Sebagai bentuk kekecewaan. Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares menyindir wasit dengan sebutan sebagai bintang lapangan.
"Bisa lihat bintangnya di pertandingan ini adalah wasit. Harusnya itu bintangnya adalah pemain," katanya kepada wartawan usai pertandingan.

Daftar Wasit yang Disanksi

PSSI telah merilis enam wasit yang telah dijatuhi sanksi atas keputusannya ketika memimpin laga dalam lanjutan Liga 1 2022.

Berdasarkan data yang diperoleh berikut nama-nama wasit yang dijatuhi saksi.

1. Nendi Roehandi

Tugas: Pekan ke-5
Pertandingan: Sabtu, 20 Agustus 2022. Rans Nusantara FC vs Persija
Kasus: Tugas sebagai AAR 1. Lalai dalam penetapan LOTG pasal 12, yang semestinya pemain Rans dilanggar penjaga gawang Persija pada posisi di daerah AAR 1,tapi menurut pandangan AAR 1 bukan suatu pelanggaran.
Sesuai LOTG sudah masuk kategori kecurangan penalti dan Kartu Merah tenaga berlebihan ( very very dangerous Play) diberikan penjaga gawang Persija dan penalti diberikan untuk Rans. Tetapi oleh AAR 1 tidak dianggap suatu pelanggaran. KMI untuk AAR 1 (Penalti Area Incidents).
Pembinaan: 8 Pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-14

2. Faulur Rosy

Tugas: Pekan ke-5
Pertandingan: Sabtu, 20 Agustus 2022. Rans Nusantara FC vs Persija
Kasus: Bertugas sebagai wasit. Wasit lalai menerapkan pasal 12, hanya memberikan KK (kartu kuning) yang semestinya KM (kartu merah) untuk pemain Rans yang sengaja menyikut pemain Persija terjadi konfrontasi saat terjadi bola dari tendangan bebas( very very dangerous Play) sampai pemain tersebut mengeluarkan darah pada bagian mulut (lalai dalam memberikan jaminan keselamatan pemain). KMI untuk wasit (KM yang berhubungan dengan jumlah pemain)
Pembinaan: 8 Pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-15

3. Dwi Susilo

Tugas: Pekan ke-6
Pertandingan: Selasa, 23 Agustus 2022. Persis Solo vs Madura United
Kasus: Bertugas sebagai wasit. Wasit lalai menerapkan pasal 12, yang berawal dari pemain Madura United melanggar pemain Persis Solo dari belakang tetapi menurut Wasit bukan suatu pelanggaran (sesuai LOTG sudah masuk kategori kecurangan /pelanggaran dan permainan semestinya diberhentikan sementara), dari dampak putusan wasit tersebut mengakibatkan pemain Persis Solo melakukan pembalasan dengan menendang kepala pemain Madura tersebut saat posisi sama sama terjatuh dan wasit tidak mengeluarkan sanksi disiplin apapun, layak Kartu Merah, (lalai dalam memberikan jaminan keselamatan pemain). KMI untuk wasit (KM yang berhubungan dengan jumlah pemain).
Pembinaan: 8 Pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-15.

4. David Son Sansube

Tugas: Pekan-8
Pertandingan: Minggu, 4 September 2022, Persib vs Rans Nusantara
Kasus: Bertugas sebagai wasit. Wasit  lalai dalam menerapkan LOTG yang semestinya penaltinya Persib Bandung tidak layak untuk mendapatkannya. Dari hasil keputusan salah tersebut (Penalti) telah terjadi perubahan skor. KMI untuk Wasit .
Pembinaan: 8 Pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-17

5. Arif Nur Wahyudi

Tugas: Pekan ke-8
Pertandingan: Minggu, 4 September 2022, Persib vs Rans Nusantara
Kasus: Tugas sebagai AAR 2 pada saat wasit mengambil keputusan penalti dan yakin itu bukan suatu pelanggaran. Semestinya AAR 2 memberikan masukan kepada wasit, itu bukan suatu pelanggaran, namun AAR 2 tidak memberikan informasi yang sebenarnya.
Pembinaan: 4 Pekan, baru bisa ditugaskan pada pekan ke-13

6. Ruslan Waly

Tugas: Pekan ke-8
Pertandingan: Minggu, 4 September 2022, Persib vs Rans Nusantara
Kasus: Bertugas sebagai Asisten Wasit 2, lalai menerapkan LOTG pasal 11. (Offside) Pada saat pemain Persib, David Da Silva sebelum mencetak gol ke gawang Rans Nusantara terlebih dahulu sudah dalam posisi offside, sedangkan posisi asisten wasit tidak dalam posisi yang tepat. Dari kesalahan tersebut telah terjadi perubah skor. KMI untuk Asisten Wasit 2.

Anehnya dalam daftar wasit yang disanksi tak ada nama Zetman Pangaribuan wasit yang memimpin pertandingan Persik Kediri melawan PSM Makassar.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close