timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Eks Pelaku Mutilasi di Bone Kembali Berulah. Kali Ini, Parangi Saudara Ipar Hingga Kaki Patah

Baca Juga

Wiwink-Hukum, Selasa 23 Agustus 2022 08:06 WIB

Terduga Pelaku Pemarangan


TIMURKOTA.COM, BONE- Mungkin masih teringat peristiwa kasus mutilasi seorang waria bernama Tamara beberapa tahun lalu. 


Pelaku diketahui bernama Bambang kembali berulah, ia memarangi Bahri yang tak lain adalah kakak kandung dari istrinya sendiri, di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur.

Menurut keterangan yang diperoleh media ini dari pihak keluarga korban. Aksi pemarangan dilakukan Bambang pada Sabtu (20/08/22 Pukul 17.50 Wita. 

Pemarangan tersebut dipicu permasalahan sepele. Istri korban membonceng anaknya melintas di depan rumah Bambang. 

Saat bersamaan, Bambang berada di jalan (gang sempit) karena pelaku tak mau menepi, akhirnya dia terserempet kaca spion motor yang dikendarai istri korban.

"Waktu itu pelaku langsung marah-marah. Istri korban lari ke rumah kakaknya menyelamatkan diri karena suaminya ada di sana." Ungkap saudara ipar korban, Jasmawati.

Setelah insiden pertama, korban kemudian bersama dengan istri dan anak berboncengan hendak pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan tiba-tiba muncul pelaku mencegat kemudian memarangi pada bagian kaki kiri dan kanan.

"Memang waktu sudah marah-marah pelaku kembali ke rumahnya ambil parang. Pas korban puang dia cegat lalu diparangi. Jadi aksinya sudah dia rencanakan," kata istri dari saudara kandung korban bernama, Syamsu ini.

Menurut Jasmawati, pihaknya telah membuat laporan polisi namun sampai saat ini belum ada kabar terkait dengan penanganan kasusnya.

"Kami dari pihak keluarga berharap agar pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum. Saya berharap pihak kepolisian bertindak tegas. Kami tidak tahu mau minta tolong kemana lagi karena kami bukan keluarga berada," tukasnya.

Terkait kondisi korban, Jasmawati mengatakan sudah ada perubahan setelah mendapat penanganan medis di rumah sakit.

"Kondisinya sudah mulai membaik, meski butuh proses lama untuk sembuh karena kaki kirinya mengalami patah tulang," imbuh dia.

Kapolres Bone, AKBP Ardiansyah SIK MSi mengatakan pihaknya belum menerima secara resmi laporan pemarangan tersebut.

"Belum ada laporan masuk terkait kasus yang dimaksud," tukasnya kepada awak media.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close