timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Usai Bawa Kuala Lumpur City Juara, Bojan Hodak Siap Tuntaskan Rasa Penasaran dengan PSM

Baca Juga


Editor: hamzah/timurkota

TIMURKOTA.COM, MAKASSAR-
Pelatih Kuala Lumpur City FC, Bojan Hodak masih penasaran dengan PSM Makassar usai berpisah di tengah kompetisi lantaran Liga 1 2020 dihentikan akibat Covid-19.


Bojan sempat memimpin Rizky Pellu dan kawan-kawan di babak penyisihan grup Piala AFC 2020 dan tiga pertandingan di Shopee Liga 1 2020. Sayang, penghentian kompetisi akibat pandemi COVID-19 membuat kontribusi Bojan Hodak tereduksi.


Dia memimpin Pasukan Ramang di  delapan pertandingan, dengan rincian lima di Piala AFC dan tiga di Shopee Liga 1. Hasilnya, tim berjulukan Pasukan Ramang itu mampu dibawanya meraih empat kemenangan, tiga kali seri, dan sekali kalah.


Kontrak, Bojan akan berakhir dengan Kuala Lumpur City FC akan berakhir akhir tahun 2021. Menarik ditunggu apakah Bojan akan menuntaskan rasa penasaran menukangi PSM Makassar.


Baru-baru ini Bojan Hodak, membawa Kuala Lumpur City FC (KL City FC) memutus dominasi Johor Darul Takzim (JDT). Hal itu setelah dia membawa timnya menjadi juara Piala Malaysia 2021.


Dalam pertandingan di Stadion Bukit Jalil, Selasa (30/11/2021) malam, KL City FC sebenarnya sempat dibuat mati kutu oleh JDT. Kedua tim bermain imbang tanpa gol hingga paruh pertama.


Akan tetapi, paruh kedua pertandingan terbilang lebih seru. Hal itu setelah KL City FC akhirnya mencetak gol melalui Zhafri Yahya menit ke-66. Gol Paulo Josue menit ke-74 mengunci gelar buat Kuala Lumpur City FC.


Gelar juara ini terbilang sangat bersejarah buat KL City FC. Bojan Hodak sukses mempersembahkan gelar perdana bagi KL City FC setelah 32 tahun lamanya.

Tak cuma itu, gelar KL City FC itu sekaligus memutus dominasi JDT yang menjadi dua kali juara dalam empat gelaran terakhir Piala Malaysia. Meski, JDT tetap dominan di Liga Super Malaysia.


Hodak sendiri bangga dengan performa anak asuhnya. Dia mengaku tak pernah merasakan atmosfer istimewa dalam ruang ganti tim di klub sebelumnya.


“Saya tidak pernah mengalami ini di klub mana pun sebelumnya. Ketika Anda memiliki atmosfer seperti ini, Anda tahu Anda bisa melakukan sesuatu,” kata Hodak dikutip Astro Awani.


Sementara itu, pelatih JDT, Benjamin Mora kecewa betul anak asuhnya gagal mengawinkan gelar Liga Super dengan Piala Malaysia. Permainan mereka disebut tak bisa berkembang.


“Kami tidak puas dengan hasilnya. Kami datang untuk menang dan menjadi juara Piala Malaysia (lagi) tetapi kami kalah. Kami tidak dapat menemukan rute yang seharusnya, ruang yang tepat untuk mengembangkan permainan kami,” papar Mora memungkasi.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close