timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Inilah Pemicu Utama Mahasiswa Salomekko Bone, Diparangi hingga Tangan Nyaris Putus

Baca Juga


Editor: hamzah/timurkota

TIMURKOTA.COM, MAKASSAR-
Dari hasil pertemuan khusus dengan pimpinan UIM, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto membeberkan penyebab awal terjadinya penyerangan hingga melukai, Arham Ketua BEM UIM yang berasal dari Desa Ulu Balang, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone.



Menurut Danny, awal kejadian bermula dari ketersinggungan pada saat pendataan Mahasiswa Baru (Maba), diduga ada organisasi mahasiswa kedaerahan yang ingin mendata mahasiswa. Disaat bersamaan organisasi ekstra Kampus sementara melakukan hal sama.



Hingga akhirnya Sekretariat BEM UIM yang berada di dalam kampus diserang sejumlah pria bertopeng. Akibatnya, seorang mahasiswa yang juga ketua BEM Arham jadi korban. Tangannya nyaris putus akibat tebasan parang.



Insiden ini kemudian langsung beredar ke rekan, Arham hingga merembes ke isu melibatkan mahasiswa daerah tertentu.



Puncaknya pada Minggu (28/11/21) pukul 02.00 Wita, Asrama putra IPMIL Luwu, Jalan Sungai Limboto, Lorong 37, Makassar diserang belasan pelaku yang juga bertopeng. Dalam serangan itu seorang mahasiswa terluka, ia ditebas parang oleh pelaku hingga lengannya terputus.

Kemudian di hari yang sama pada pukul 04.30 Wita, giliran Asrama 1 Kepmi Bone, Jalan GunungLimboto, Lorong 48, Makassar diserang dan dibakar menggunakan bom molotov. Dalam penyerangan ini hanya mengalami kerugian materil.


"Jadi kami telah memanggil pihak UIM untuk mendengarkan keterangan secara langsung. Begitu juga dengan pemerintah daerah dari mahasiswa masing-masing. Kita ingin kejadian ini dapat dihentikan dan tak ada lagi korban," tukas Pomanto.



Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Nana Sudjana memastikan para pelaku penyerangan terhadap mahasiswa di Makassar akan ditangkap dan diproses secara hukum.



"Berdasarkan rapat koordinasi disepakati hukum adalah panglima, kami akan lakukan penegakan hukum," tegas Irjen Nana Sudjana.


Menurutnya, Penyidik Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) telah memeriksa sepuluh orang saksi terkait penyerangan dan pembakaran asrama mahasiswa yang terjadi di Makassar pada Minggu (28/11).



Hal itu disampaikan usai menghadiri rapat koordinasi terkait masalah itu di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Senin (29/11/21). 



"Kami sudah dapatkan data atau arah kepada pelaku, tetapi kami belum bisa sampaikan di sini," kata Irjen Nana terkait penyerangan asrama mahasiswa di Makassar.



Guna menyelesaikan kasus itu, Irjen Nana sudah berkoordinasi dengan Gubernur Sulsel, Pangdam XIV Hasanuddin, dan para bupati terkait.



Mantan Kapolda Sulawesi Utara itu menyebut para saksi yang diperiksa berasal dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) dan Kesatuan Pelajar Mahasiswa (KEPMI) Bone yang diduga terlibat pertikaian.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close