timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Fakta PSM Lolos 8 Besar di Tengah Masalah Internal dan Kepungan Tim Bertabur Bintang


TIMURKOTA.COM, MALANG-

PSM Makassar merupakan tim yang tak pernah diunggulkan pada babak penyisihan Grup B Piala Menpora 2021. Selain tak diperkuat pemain Asing, Pasukan Ramang juga diterpa beberapa masalah internal jelang berlaga pada ajang Pramusim Ini.

Berikut timurkota.com merangkum beberapa faktor yang membuat PSM Makassar tak diunggulkan pada Piala Menpora

Hukuman dari FIFA 

PSM Makassar dihukum FIFA terkait dengan sengketa dan konflik kasus tunggakan gaji kepada mantan pemain asingnya, Giancarlo Lopes Rodrigues.

Melansir pemberitaan Bolasport.com Sanksi tersebut diketahui setelah surat yang dikirimkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada manajemen PSM tersebar di sosial media. Surat tersebut menyebut LIB, berdasarkan surat dari PSSI, akan menerapkan hukuman FIFA kepada PSM.

Hukuman tersebut adalah larangan PSM Makassar dalam mendaftarkan pemain baik di tingkat nasional maupun klub paling lama selama tiga periode atau sampai kewajiban klub dapat diselesaikan.

"FIFA Memutuskan menghukum klub PSM Makassar berupa larangan melakukan pendaftaran pemain baik pada tingkat nasional maupun Internasional kepada klub paling lama selama 3 (tiga) periode pendaftaran atau sampai kewajiban klub dapat diselesaikan," tulis poin pertama dari penegasan implementasi hukuman dalam surat tersebut.

Implementasi ini sesuai dengan keputusan FIFA bernomor FDD-7297, dengan nomor perkara 20-01217 dengan penguatan dari surat PSSI Nomor 3053/UDN/836/1-2921 perihal implementasi keputusan FIFA tersebut.

PT LIB juga akan melakukan pemblokiran sistem pendaftaran kepada klub PSM Makassar sampai kewajiban dapat dipenuhi.

Hal ini membuat PSM tak bisa mendaftarkan pemain di tiga periode bursa transfer di kompetisi nasional maupun Internasional.

Itu artinya PSM terancam tak bisa ikut kompetisi resmi jika mereka tak membayar gaji atau yang sesuai dengan keputusan dan perintah dari surat FIFA tersebut. Larangan ini juga ditembuskan kepada seluruh peserta Liga 1 dan Liga 2 2020.

Rodrigues sendiri saat ini telah bergabung bersama klub Banglades, Sheikh Russel KC. Dia menyebut gajinya tak dibayarkan klub dan tidak ada kejelasan selama enam bulan.

"Tentang kepergian saya dari PSM Makassar, klub telah gagal memenuhi kewajibannya terkait dengan pembayaran (gaji). Enam bulan saya tinggal di rumah, mereka (manajemen PSM Makassar) tidak pernah menjawab dan tidak menelepon untuk memberi penjelasan (sama sekali)," tulisnya di Instagram pribadi @g.carlo30.

Eksodus Pemain Bintang

Selain masalah hukuman dari FIFA, PSM Makassar juga mengalami masalah besar lainnya yakni, Eksodus pemain. Sejumlah bintang Pasukan Ramang memilih hengkang.

Sebut saja, Ferdinand Sinaga, Ezra Walian, Riski Pellu, Guy Junior, hingga beberapa nama pemain lainnya. 

Tanpa Diperkuat Pemain Asing

Giancarlo Lopes Rodrigues, Serif Hesic, dan Hussein El Dor memilih hengkang lantaran Liga 1 dihentikan akibat Pandemi Covid-19.

Dari empat pemain Asing, hanya Kapten Tim, Wiljan Pluim yang hingga saat ini masih setia bersama Pasukan Ramang.

Namun di Piala Menpora 2021, Pluim tak diikut sertakan dengan alasan persiapan tim cukup singkat. Sementara Pluim berada di negaranya Belanda. 

Kalau pun Pluim ke Indonesia dia harus menjalani proses karantina 14 hari sehingga sulit untuk dimainkan lantaran persiapan tim juga hanya berlangsung 14 hari.

Pembangunan Stadion Mattoanging Tak Jelas

Manajemen PSM Makassar dibuat cemas dengan tak adanya kejelasan pembangunan Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Makassar.

Usai dirobohkan, Stadion tertua di Indonesia itu terancam gagal dibangun dengan adanya intervensi dari Pemkot Makassar terkait dengan lokasi pembangunan.

Bahkan hingga saat ini, PSM Makassar menjadi satu-satunya tim yang tak memiliki stadion. Bahkan, Kota Makassar menjadi ibu kota provinsi tak memiliki stadion sesuai dengan standar PSSI.


***


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close