timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

TERKINI: 49 Korban Jiwa, Waspada Gempa Susulan Berpotensi Tsunami di Sulbar

Ilustrasi (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, SULBAR-

Gempa 6,2 magnitudo yang mengguncang Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat (15/01/21) hingga saat ini menewaskan 49 orang. 

Meski masih dalam tahap evakuasi namun pemerintah telah menetapkan Status Tanggap Darurat. Hal ini dikhawatirkan terjadinya gempa susulan yang berpotensi menyebabkan tsunami.

"Penetapan tanggap darurat tadi sudah disampaikan oleh BNPB dan gubernur, bahwa akan ditetapkan selama 1-2 minggu ini sesuai melihat kondisi situasi," kata,Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati.

Selain korban jiwa tercatat korban  luka-luka di dua kabupaten itu mencapai 826 orang.

"Informasi kebencanaan yang ada di Indonesia, pertama gempa di Mamuju, Majene, korban jiwa 49. Di kabupaten Mamuju 40 dan Kabupaten Majene jumlahnya 9 orang," kata, Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji di Pelabuhan JICT.

Diberitakan sebelumnya, Gempa susulan berkuatan 6,2 SR kembali mengguncang Provinsi Sulawesi Barat. Tercatat tiga kabupaten, masing-masing, Mamuju, Majene dan Polewali merasakan getaran hebat yang meruntuhkan sejumlah bangunan itu.

Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah yakni Hotel Maleo di Mamuju. Terlihat bangunan rubuh. Hal yang sama juga dialami gedung Kantor Gubernur Sulbar terdapat beberapa kerusakan berat.

Gempa susulan ini sendiri terjadi pada Jumat (15/01/2021) sekira pukul 02.28 Wita.

"Kami terbangun saat ada guncangan lagi. Semalam itu getarannya lebih keras, lemari dan benda lain terjatuh. Saya bangunkan anak kemudian lari keluar rumah," kata warga, Mardiah.

Sejak guncangan dahsyat itu, Mardiah mengaku trauma berada di dalam rumah. Dia memilih untuk mencari titik pengungsian sambil menunggu keterangan resmi dari pemerintah.

"Nanti setelah ada pernyataan resmi dari pemerintah baru kami pulang ke rumah. Lebih baik cari aman dulu demi anak-anak juga," katanya.

Warga lain, Juliandi yang mengaku saat kejadian tengah berada di kawasan Hotel Maleo Mamuju. Menurutnya, getaran yang dia rasakan cukup keras bahkan dirinya menyaksikan bangunan-bangunan mulai ambruk.

"Saat saya baru parkir motor, tiba-tiba rasanya seperti dalam ayunan. Pas saya berbalik gedung sudah berjatuhan, saya tinggalkan motor dan lari ke tempat terbuka bersama warga lain,"katanya.

Dari dua gempa yang terjadi, Julianri menuturkan peristiwan pada pukul 02.28 Wita memiliki getaran paling kencang.

"Memang sejak kejadian kemarin, kami selalu merasa was-was. Bahkan saya sendiri sulit tidur karena takut ada guncangan kedua dan ternyata betul ada," katanya lagi.

Hingga saat ini tampak sejumlah warga memilih untuk membersihkan puing-puing dinding rumah yang rusak.


***


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close