timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Gegara Foto Pengunjung Viral. Polisi Ancam Tutup Paksa Permandian Alam Lanca

Anggota Polsek Tellu Siattinge mendatangi tempat permadian Alam Lanca, (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BONE-

Pihak Kepolisian Sektor Tellu Siattinge mewarning warga, pengelola, dan bahkan pemerintah desa setempat. Jika kejadian serupa masih terjadi yakni pengunjung tak mematuhi protokol kesehatan maka pihak kepolisian tak segan-segan menutup paksa tempat permandian itu.

"Ini kita mengedepankan pendekatan persuasif. Jika tidak diindahkan maka pihak kepolisian bisa saia melakukan penutupan," kata, Kapolsek Tellu Siattinge, AKP Syarifuddin menegaskan.

Sebelumnya, Menindak lanjuti adanya foto yang sempat viral lantaran pengunjung objek wisata berkerumun tanpa mematuhi protokol kesehatan, Jumat (01/01/21)

Jajaran Kepolisian Sektor Tellu Siattinge, Polres Bone, langsung mendatangi tempat wisata Permandian Alam yang terletak di Desa Lanca, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Dipimpin Kapolsek Tellu Siattinge, AKP Syarifuddin, polisi menyasar tempat wisata yang menjadi pusat kerumunan warga di hari libur, Sabtu (02/01/21).

Meski tidak menutup atau melarang warga berkunjung. Petugas terlihat berjaga di pintu masuk ke area tempat permandian. Pengunjung diperiksa satu persatu, dan diberi imbauan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak.

"Mematuhi protokol kesehatan merupakan cara paling ampuh dan efektif untuk menghindarkan kita dari bahaya paparan Covid-19," kata Mantan Kanit Turjawali Polres Bone ini menjelaskan ke awak media.

Diberitakan sebelumnya, Penjagaan ketat yang dilakukan Satgas Covid-19 pada malam pergantian tahun tampak tak berlaku pada siang hari.

Pasalnya pada Jumat (01/01/21) puluhan warga memadati permandian yang ada di Lanca Kecematan Tellu Seattingnge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Apakah kebijakan yang di keluarkan Pemerintah tidak berlaku tempat Wisata? 

Katanya disuruh Jaga jarak, pakai masker tetapi pengunjung wisata tetap ramai dan berkerumun, Hal ini di kemukakan Ani kepada media timurkota.com 

"Katanya dilarang liburan tapi kok masih banyak yang liburan" Ungkapnya 

Ia melanjutkan pengunjung cafe dan restoran dibubarkan tapi tempat lain tidak diawasi.

"Apakah kalo pagi tidak ada corona, Kalo malam banyak corona?" katanya lagi menambahkan.



***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close