timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

KPK Pastikan Tak Proses Dugaan Keterlibatan Putra Jokowi Pada Kasus Bansos

Gibran Rakabuming Raka (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, JAKARTA-


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tak akan memanggil putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka terkait keterlibatan dalam  korupsi bansos eks Mensos Juliari Batubara. 

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan informasi tersebut tak lebih dari rumor yang telah di klarifikasi.

"Kan sudah diklarifikasi oleh yang bersangkutan sendiri, oleh Mas Gibran kan gitu," kata Alexander Marwata katanya jepqsa awak media.

Menurutnya informasi yang tak didukung bukti yang kuat tak akan ditindaklanjuti.

"Kalau hanya sebatas isu, desas-desus ngapain juga kita klarifikasi, Semua berdasarkan kecukupan alat bukti, kalau penyidik misalnya mendapatkan dua alat bukti yang saling mendukung, mungkin itu akan kita kembangkan. Tapi kalau hanya katanya, katanya, katanya, nggak," katanya lagi.

"Ngapain (ditindaklanjuti), nggak itu kan baru rumor. Kalau hanya rumor itu banyak banget kita dengar. Sepanjang semua ada alat buktinya. Jadi kita akan melakukan dengan profesional, dengan basis alat bukti. Kalau hanya rumor, nggak," ujar Alex.

Putra Sulung Presiden RI, Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait dengan tudingan dirinya memberi rekomendasi PT Sri Rejeki Isman Textile Tbk atau PT Sritex untuk mendapatkan kontrak pengadaan tas untuk penyaluran bansos bahan pokok.

"Kalau mau proyek ya yang lebih gede. Ada proyek PLN, jalan tol, dan lain-lain,

Menurutnya, jika ada bukti terkait dirinya terlibat dalam kasus korupsi maka dirinya siap diproses hukum.

"Itu (tudingan korupsi bansos) enggak bener. Saya tidak pernah merekomendasikan atau memerintahkan, ikut campur dalam urusan Bansos. Apalagi mereka merekomendasikan goody bag, nggak pernah seperti itu.Silakan tangkap kalau ada bukti. Tidak bisa dibuktikan kalau mau korupsi kok kenapa korupsinya baru sekarang, enggak dulu dulu."kata Gibran usai blusukan di Kampung Banyuagung, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (21/12).

Jika dirinya mau mendapatkan proyek besar ada beberapa yang bisa digarap bahkan bisa mencapai triliunan.

"Saya enggak pernah yang namanya ikut campur seperti itu (merekomendasikan PT Sritex). Yang jelas dengan pemberitaan ini saya merasa dirugikan karena sumbernya tidak jelas," tukasnya kepada awak media.


***


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close