timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Cek Fakta: Pasutri Kerja Sama Habisi Anak Kandung. Ibu yang Bunuh, Bapak Kuburkan


TIMURKOTA.COM, BANTEN-


Kepolisian Daerah Banten mengungkap fakta baru dalam kasus pembunuhan anak kandung di Tangerang, Banten.

Pasangan suami istri rupanya terlibat dalam pembunuhan anaknya itu. Lia Handayani (28) diketahui merupakan ibu kandung dari korban,Syafiah bertindak sebagai eksekutor.

Sementara sang suami, Imam Safi'e (27) mengubur jasad anaknya di Jakarta Selatan usai menempuh perjalanan selama tiga jam dari TKP awal pembunuhan.

Hal itu dilakukam, Imam lantaran takut aksi yang mereka lakukan terungkap. Bahkan dirinya memakamkan anaknya dengan jarak 300 meter dari pemukiman warga.

Usai mengubur anaknya, pelaku kemudian membuat laporan kehilangan di Polsek Setia Budi Jakarta Selatan. 

"Dari laporan itu maka petugas bisa mengungkap korban Keysya Safiyah, anak usia delapan tahun yang meninggal dunia itu," kata Kabag Humas Polda Banten, Komisaris Besar Polisi Edi Sumardi, di Lebak, Selasa (15/9). 

Pengungkapan dan penangkapan terduga pelaku kasus pembunuhan anak yang ternyata orangtuanya sendiri itu hanya membutuhkan waktu selama 20 jam.

Warga Kampung Gunungkendeng, Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (11/09/2020) kemarin.

Salah seorang warga melaporkan adanya kuburan yang tiba-tiba muncul dipemukiman warga. 

Aparat desa setempat kemudian melakukan pengecekan terkait dengan data warganya yang baru-baru meninggal.

Selanjutnya aparat desa bersama pihak kepolisian membongkar kuburan tersebut  guna mengungkap siapa sosok yang telah meninggal dunia tanpa diketahui warga kampung.

"Setelah dibongkar kami menemukan bocah perempuan yang masih mengenakan pakaian lengkap dengan kerudung," kata, Kasatreskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma.

KS merupakan korban tindak kekerasan oleh orang tuanya, Lia Handayani (26) dan Imam Safi'e (27). Pelaku sengaja mengubur korban di Lebak untuk menghilangkan jejak. 

"Benar, bahwa Ibu LH melakukan kekerasan fisik dengan cara memukul korban dengan sapu ijuk secara berulang kali, dan mendorong korban ke lantai yang mengakibatkan korban meninggal dunia," jelasnya lagi.

Polisi menguak motif pembunuhan KS dan mengapa kedua orang tuanya nekat mengubur anaknya jauh-jauh di Lebak, Banten. David menjelaskan, awalnya Lia menganiaya anaknya yang baru kelas 1 SD itu karena tidak sabar saat mengajari KS belajar online.

"Ibu kandungnya itu melakukan pemukulan lebih dari lima kali hingga anaknya berusia 8 tahun kelas I SD meninggal dunia," kata David. 


(rill/as)


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close