timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Usman Bantah Tuduhan Pernah Berzina Dengan Korban Pembunuhan Kakak Kandung di Bantaeng

Dua tersangka pembunuhan adik kandung digiring polisi ke ruang tahanan
TIMURKOTA.COM, BANTAENG-
Nama, Usman (38) sempat disebut-sebut sebagai pemicu tewasnya,  Rosmini (16) di tangan kedua kakak kandungnya.

Usman yang masih sepupu dengan korban dan pelaku dituding telah melakukan perbuatan terlarang dengan berhubungan badan layaknya suami istri dengan Rosmini.

Belakangan,  Usman angkat bicara terkait dengan tudingan tersebut. Menurutnya, informasi yang berkembang di media bahwa dirinya terlibat perzinahan tidak benar.

"Tidak pernah ada perzinahan,  saya berani bersumpah di atas alquran. Kami masih sepupu namun jarang bertemu apalagi bertamu di rumahnya," tutur,  Usman.

Kehadirannya di lokasi pada saat kejadian kata Usman,  murni karena menerima informasi dari tetangga korban terkait aktivitas mencurigakan di atas rumah panggung itu.

"Saya naik ke rumah untuk memastikan apa sebenarnya terjadi. Di situ satu keluarga duduk melingkar kemudian korban berbaring di tengah lingkaran itu," beber Usman.

Namun tak lama menyaksikan aksi satu keluarga tersebut. Usman kemudian ditangkap oleh Rahman lalu diinterogasi disertai pukulan jika jawaban yang dia berikan tak sesuai dengan keinginan Rahman.

"Saya juga dipaksa untuk menikahi Rosmini. Karena menolak,  Rahman sempat mengejar hingga ke rumah orang tua saya sambil membawa parang," tutupnya.

Dua Kakak Kandung Eksekusi Rosmini Menggunakan Parang

Rahman dibantu Anto yang juga kakak kandung Korban. Anto diketahui merupakan anak ke empat.

Kapolres Bantaeng, AKBP Wawan Sumantri mengatakan,  di dalam keluarga tersebut,  Rahman yang paling ditakuti. Bahkan orang tuanya pun takut ketika Rahman marah.

"Sehingga pada saat kejadian, Rahman yang bawa korban ke kamar paling belakang. Dia dibantu saudaranya,  Anto," tukas Kapolres.

Di kamar tersebut,  Rosmini dieksekusi oleh dua kakak kandungnya menggunakan kayu balok dan senjata tajam jenis parang.

"Luka sabetan parang dibeberapa bagian badan. Ada juga luka pukulan benda tumpul di paha," tukasnya.

Motif Sementara Dipicu 'Siri' Kasus kesurupan massal yang berujung pembantaian terhadap Rosmini (16) yang diduga dilakukan dua kakak kandung prianya masih simpang siur.

Hasil penyelidikan dilakukan Kepolisian Reserse Bantaeng menemukan fakta lain. Fakta ini berbeda dengan kesaksian dan informasi yang beredar di masyarakat setempat.

Paur Humas Polres Bantaeng, Aipda Sandri Ershi mengatakan dalam keterangan persnya. Motif pembunuhan terhadap Rosmini bermula saat dia ditemukan tengah berhubungan layaknya suami istri dengan Usman yang tak lain adalah sepupunya sendiri.

"Jadi setelah ditemukan, kedua kakak korban masing-masing Rahman dan kakak nomor empat membawa korban ke kamar paling belakang dan disitulah dihabisi menggunakan balok kayu dan parang," ujarnya.

Sementara,  Usman yang awalnya diberitakan disandera pelaku juga terkena sabetan parang dari para pelaku.

"Jadi murni kasus siri (rasa malu dan harga diri). Untuk dua pelaku kita kenakan pasal kekerasan yang menyebabkan orang meninggal dunia dan kekerasan anak di bawah umur. Kalau yang dugaan penyanderaan kasusnya akan ditangani terpisah," tutupnya.

Rahman dan Anto yang merupakan tersangka utama dalam perkara ini terancam hukuman mati.

(rill/as)

Berita Populer

close