timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Data Pasien Corona Bocor. Satu Desa Dikucilkan, Nelayan: Kami Dianggap Hantu

Tim gugus penanggulangan Covid-19 melakukan pengecekan suhu ke keluarga santri positif Corona.

TIMURKOTA.COM,  BONE-
Bocornya data pasien Covid-19 ke publik berdampak hampir ke semua warga Desa Lamurukung,  Kecamatan Tellusiatinge,  Kabupaten Bone,  Sulawesi Selatan.

Tak hanya keluarga dan tetangga. Penduduk di desa pun dikucilkan. Bahkan ikan dari nelayan yang diketahui berasal dari desa tersebut tak laku dipasar tak ada mau membeli.

"Kenapa kalau ketemu orang dari lamuru semua lari seperti melihat set**. Kami hanya ingin mencari nafkah," kata Erdis
Para nelayan kesulitan menjual ikan hasil tangkapan semenjak indentitas tiga santri Temboro yang berasal dari desanya tersebar.

"Kasihan kami mayoritas berprofesi sebagai nelayan,  tak ada mau beli ikan kami," bebernya.

Data Pasien Bocor

Tiga Santri asal Temboro dinyatakan positif Covid-19. Ketiganya masuk kategori tak bergejala. Hasil Rapid test pun negatif.

Menurut informasi,  para santri tersebut sempat berbaur dengan masyarakat sebelum hasil Swab keluar dan menyatakan ketiganya Positif Corona.

Bupati Bone,  Fahsar Mahding Padjalangi meminta agar warga dari desa tersebut dikarantina selama 14 kari.

"Bone sudah masuk Zona merah. Kita akan isolasi tiga desa asal Santri tersebut karena kabarnya pernah berinteraksi dengan warga sekitar," imbu Fahsar.

Bocornya Data Pasien Dikritik Perawat di RS Jakarta

Bocornya data pasien Covid-19 ke publik ikut disayangkan perawat dari Kabupaten Bone yang bekerja di salah satu rumah sakit ternama.

Dirinya membandingkan antara pasien di Jakarta dengan di Kabupaten Bone.
"Hanya di kampung data pasien diunggah ke media sosial. Kasihan keluarga ikut dikucilkan. Di Jakarta ada 4000 pasien tapi tak ada dibocorkan identitasnya kecuali mereka sendiri yang meminta," unggah Amal di laman media sosial facebook.

(rill/as)

Berita Populer

close