timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Belum Genap Setahun, Proyek Jalan Rp 34 Miliar di Kampung Wagub Sulsel Rusak Parah

Kondisi terkini jalan poros Lonrong-Bakunge usai terjadi longsor (dok)
TIMURKOTA.COM, BONE-
Proyek jalan poros Lonrong-Bakunge,  Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone,  Sulawesi Selatan yang baru rampung pada akhir 2019 lalu kembali rusak parah.

Di sepanjang jalan yang menghabiskan anggaran Rp34 Miliar ini terjadi longsor, bahkan ada beberapa titik nyaris terputus. Hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

"Semenjak musim hujan terjadi longsor, puncaknya beberapa hari yang lalu titik longsor pada bagian jalan yang baru dirintis cukup besar. Motor saja sama pejalan kaki kesulitan," ungkap salah seorang warga, Darwis.

Darwis berharap pihak yang mengerjakan jalan tersebut dapat bertanggungjawab,  sehingga jalan dapat diakses kembali tanpa merasa was-was.

"Saran saya kepada pemerintah setempat, sebelum dibenahi alangkah baiknya ditutup sementara. Karena berpotensi memakan korban jiwa," harapnya.

Sekadar di ketahui,  proyek ini ditangani dua kontraktor berbeda. Pertama terdiri dari ruas jalan Bakunge-Palacari sepanjang 17 kilometer dengan total anggaran Rp24 miliar ditangani PT Lompulle.

Kedua meliputi ruas jalan Lonrong-Watang Ponre sepanjang 7 kilometer dengan total anggaran Rp10,8 miliar yang dikerja PT Bumi Ambalat.

Jalur sepanjang 27 km ini membuka daerah terisolir di sembilan desa yang ada di Kecamatan Ponre.

"Jalur ini jadi sangat strategis karena membelah 2 wilayah Bone dan memotong akses jalan Makassar-Watampone, mempersingkat jalan 100 kilometer atau sekitar 1 jam," kata Wagub Sulsel,  Andi Sudirman Sulaiman saat memantau pekerjaan jalan di kampung halamannya itu.

Proyek jalan yang terkesan dipaksakan ini sejak awal diprediksi bakal mengalami longsor ketika musim hujan. Pasalnya,  tak dilengkapi talud. Sehingga pergeseran tanah akan terjadi ketika disapu air dari pegunungan.

(rill/as)

Berita Populer

close