Iklan

Pesantren Berdaya, Keuangan Syariah Membumi

Redaksi-timurkota
Kamis, Oktober 22, 2026 | 6:21 AM WIB Last Updated 2026-10-21T23:21:30Z

Dr. Syamsul Bahri, M.E.Sy
(Akademisi IAIN Bone)



Pondok pesantren sebagai pusat literasi kitab kuning menjadi lentera ilmu di tengah masyarakat. 

Di setiap lembaran kertas kuning tersusun kalimat arab, dibutuhkan ketekunan untuk menelaah ilmu yang terkandung di setiap baitnya. Dari kitab kuning, santri belajar tentang aqidah, ibadah, mumalah dan akhlak.  

Di atas lembaran kertas kuning beraroma khas itu, para santri mengeja fiqih, memahami batas antara yang halal dan haram, serta mendalami konsep mauamalah yang telah diwariskan para ulama. 

Kini, Tradisi pengajian fikih tidak hanya pemahaman teori belaka, harus hadir menterjemahkan praktek muamalah yang terus berkembang mengikuti zaman.

Lahirnya undang-undang pesantren dan terbentuknya Direktorat Jendral Pesantren pada Kementerian Agama memberikan ruang dan kesempatan bagi pesantren untuk terus berkembang. 

Pesantren tidak hanya sebagai pusat dakwah, namun menjadi lokomototif pemberdayaan masayarakat. 

Berangkat dari hal tersebut, berbagai pondok pesantren telah mendirikan lembaga ekonomi dan keuangan sebagai wadah pengelolaan keuangan dan tempat praktik bagi santri.

Hal ini terlihat pada salah satu pondok pesantren di pegunungan lerang, di sudut gerbang lokasi pondok pesantren yang teduh, berdiri sebuah bangunan kecil nan sederhana. 

Dahulu tempat ini menjadi ruang tunggu bagi santri menanti orang tua untuk menjamput atau mengunjungi. 

Namun kini, bangunan tersebut menjelma menjadi pusat finansial pondok pesantren, sebuah ruang kecil yang menjadi pusat transaksi keuangan para santri.

Setiap hari, ruang kecil itu dikelilingi para santri untuk mendapatkan kesempatan mengambil uang jajan yang dititipkan orang tua masing-masing. 

Para santri di pondok itu, tidak dibenarkan menyimpan uang sendiri, mereka harus menitip di lembaga keuangan pondok. 

hal ini sebagai bentuk pembelajaran bagi santri untuk hidup hemat dan tidak berlaku boros. Ruang itu tidak hanya tempat menitip uang, namun menjadi jembatan literasi dan inklusi keuangan.

Gagasan yang inovatif ini, membuktikan bahwa pesantren tidak hanya menjadi benteng penjaga moral, tetapi juga dapat menjadi pelopor literasi dan inklusi keuangan syariah. 

Dari aktivitas dan kegiatan kelembagaan ekonomi pesantren, diharapkan literasi dan inklusi keuangan syariah akan terus tumbuh, membawa keberkahan serta menciptakan kemandirian ekonomi pesantren.

SELAMAT HARI SANTRI
‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pesantren Berdaya, Keuangan Syariah Membumi
« Prev Next »

Jangan lupa ikuti kami di

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Trending Now

Konten Berbayar berikut dibuat dan disajikan advertiser. Wartawan timurkota.com tidak terlibat dalam aktivitas jurnalisme artikel ini.

Iklan

.entry-content { line-height: 1.4em; }