Penulis: Syamsul Bahri Arafah
Editor: timurkota.com
TIMURKOTA.COM, BONE— Program perluasan areal tanaman tebu di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, resmi dimulai melalui kegiatan Tanam Perdana Program Perluasan Tebu yang dilaksanakan di lahan seluas sekitar 8 hektare.
Program tersebut dikemas melalui skema Calon Petani Calon Lahan (CPCL) dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan selama empat tahun sebagai bagian dari penguatan kemitraan antara petani dan industri gula.
Kegiatan tanam perdana tersebut mendapat perhatian luas karena melibatkan berbagai unsur pemerintahan, perusahaan, petani, hingga aparat kewilayahan.
![]() |
| Direktur utama PT, Sinergi Gula Nusantara Mahmudi, SP, Msi didampingi Cluster Head Sulawesi A. Muh Wardi Samad. |
Turut hadir Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, jajaran Dinas Pertanian Provinsi, Dinas Perkebunan, jajaran Kementerian Pertanian, serta jajaran petinggi PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan MKSO, Cluster Head Sulawesi, para General Manager SGN, GM MKSO, pemerintah kecamatan, kepala desa, penyuluh pertanian, Kapolsek, Danramil, serta kelompok gabungan petani (Gapoktan).
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, SP., M.Si., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa perluasan areal tebu merupakan bagian penting dalam mendukung agenda swasembada gula nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan dan petani harus terus diperkuat agar program pengembangan tebu tidak hanya meningkatkan produksi bahan baku, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di daerah.
Mahmudi juga menyampaikan apresiasi terhadap gagasan dan kebijakan Menteri Pertanian yang mendorong percepatan pengembangan komoditas tebu sebagai salah satu fondasi ketahanan pangan nasional.
SGN, kata dia, siap bergandengan tangan dengan petani tebu melalui pendampingan, penguatan budidaya, serta pengembangan kebun yang terintegrasi dengan industri pengolahan gula.
“Ini tentunya menjadi suatu kebanggaan untuk mendukung swasembada gula nasional. Kami akan terus bergandengan tangan dengan petani tebu dan memastikan pendampingan kepada petani. Inilah bentuk dukungan SGN terhadap program Menteri Pertanian melalui Bapak Presiden. Mari kita membangun pabrik, memperluas kebun dan memperkuat kemitraan bersama petani,” ujar Mahmudi.
Sementara itu, Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyambut positif pelaksanaan Tanam Perdana Program Perluasan Tebu tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas gagasan pengembangan tanaman tebu sekaligus mendorong agar program tersebut dapat menjadi contoh penerapan pola budidaya tebu yang lebih modern, produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Bone.
Bupati juga meminta manajemen SGN agar memberikan ruang kerja bagi masyarakat Bone yang belum memiliki pekerjaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Ia mengajak para petani memperbaiki sistem budidaya tebu, terutama karena program tersebut menggunakan bibit baru yang diharapkan memiliki kualitas lebih baik.
Menurutnya, Bone memiliki potensi besar karena ditopang keberadaan dua industri gula, yakni Pabrik Gula Camming dan Pabrik Gula Bone di Arasoe.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama SGN Mahmudi turut memberikan santunan kepada 10 anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar.
Bupati Bone berharap program perluasan tebu dapat menjadi kesempatan emas bagi petani dan masyarakat untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat ekosistem industri gula daerah.
Ia juga mendorong kolaborasi Pemkab Bone, manajemen SGN, penyuluh pertanian, pemerintah desa, serta masyarakat di wilayah Kecamatan Cina, Sibulue, Ponre dan Mare agar program perluasan tebu dapat berjalan optimal dan berkontribusi terhadap target swasembada gula nasional.



