![]() |
| Sebuah alat pemotong padi atau combine harvester merek Yanmar AW 70 hangus terbakar di tengah areal persawahan di Dusun Binuang, Desa Binuang, Kecamatan Libureng (Foto: Dok. Istimewa) |
Penulis: Syamsul Bahri Arafah
Editor: timurkota.com
TIMURKOTA.COM, BONE– Sebuah alat pemotong padi atau combine harvester merek Yanmar AW 70 hangus terbakar di tengah areal persawahan di Dusun Binuang, Desa Binuang, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 04.00 Wita.
Combine tersebut diketahui milik Sukirman (42), warga Dusun Tinco, Desa Mario, Kecamatan Libureng, yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta. Akibat kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian material mencapai Rp300 juta.
Berdasarkan informasi awal yang diterima, sehari sebelum kejadian, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 21.00 Wita, operator bernama Asri masih menggunakan combine tersebut untuk melakukan aktivitas pemotongan padi di persawahan milik Maruddin.
Setelah pekerjaan selesai, Asri kemudian meninggalkan dan menyimpan alat pemotong padi tersebut di tengah sawah. Tidak ada informasi mengenai adanya gangguan atau kejadian mencurigakan ketika operator meninggalkan lokasi pada malam tersebut.
Keesokan paginya, Senin sekitar pukul 07.00 Wita, Asri kembali ke lokasi untuk melanjutkan pekerjaan. Namun, ia justru mendapati combine harvester yang sebelumnya digunakan dalam kondisi hangus terbakar.
Kondisi alat yang terbakar menyebabkan aktivitas pemotongan padi menggunakan mesin tersebut tidak dapat dilanjutkan. Besarnya kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp300 juta, mengingat combine harvester merupakan alat pertanian dengan nilai ekonomi cukup tinggi.
Kapolsek Libureng Iptu Muh. Syafri membenarkan adanya informasi mengenai kejadian tersebut. Hingga informasi ini diterima, penyebab kebakaran maupun pihak yang diduga bertanggung jawab masih dalam penyelidikan. Korban juga disebut belum melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada pihak kepolisian.
Petugas masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti combine tersebut terbakar, termasuk memastikan apakah kejadian tersebut disebabkan faktor teknis, kelalaian, maupun adanya unsur kesengajaan.
Polisi juga akan mengumpulkan informasi dari pihak terkait untuk mengungkap secara terang peristiwa yang menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah tersebut.


