![]() |
| GM ASDP Pelabuhan Bajoe, Anom Sedayu saat menerima aspirasi Aliansi Masyarakat Bajoe (Foto: Dok. Istimewa) |
Penulis: Syamsul Bahri Arafah
Editor: timurkota.com
TIMURKOTA.COM, BAJOE— Kegiatan penyampaian aspirasi oleh Aliansi Masyarakat Bajoe Bersatu di kawasan Pelabuhan Bajoe, Senin (30/3/2026), berlangsung tertib dan kondusif.
PT ASDP Indonesia Ferry menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat, tokoh setempat, serta aparat keamanan yang menjaga situasi tetap aman.
Manajemen ASDP Cabang Bajoe menyebutkan bahwa seluruh aspirasi masyarakat telah diterima dan didengarkan secara langsung.
Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain keberlanjutan operasional pelabuhan, pemanfaatan dermaga plengsengan, serta percepatan perbaikan fasilitas sebagai alternatif layanan penyeberangan.
General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu, mengatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap seluruh masukan masyarakat.
“Pada prinsipnya, kami di PT ASDP Indonesia Ferry sangat menghargai setiap aspirasi yang disampaikan. Apa yang menjadi masukan hari ini kami terima dan akan kami tindak lanjuti secara serius,” ujarnya.
Sebagai bentuk respons, ASDP mengambil langkah strategis dengan menyesuaikan jadwal pengalihan lintasan.
Jika sebelumnya direncanakan pada 1 April 2026, kini diundur menjadi 10 April 2026 guna memastikan kesiapan layanan serta menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
“Kami menyesuaikan jadwal ini agar semua aspek layanan benar-benar siap dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” tambah Anom.
Selain itu, terkait usulan pemanfaatan Dermaga Plengsengan, pihak ASDP Cabang Bajoe akan segera berkoordinasi dengan manajemen pusat untuk memperoleh persetujuan serta mempercepat proses perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Usulan tersebut akan kami koordinasikan dengan manajemen pusat untuk proses persetujuan sekaligus percepatan perbaikan,” jelasnya.
ASDP juga menegaskan bahwa evaluasi teknis terhadap dermaga cadangan akan dilakukan secara terbuka dan bertahap, mulai dari pemeriksaan kondisi hingga pelaksanaan pekerjaan dalam waktu yang terukur.
Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional tetap menjadi prioritas utama.
Ke depan, ASDP akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap mengedepankan kelancaran layanan, keselamatan operasional, serta keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar pelabuhan. (*)


