![]() |
| Panitia dan peserta berfoto bersama (foto: dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, BONE – Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menggelar kegiatan peningkatan kompetensi profesional guru dan tenaga kependidikan Sekolah Dasar pada semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026.
Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor K3S Kecamatan Bontocani, Rabu, 11 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti guru-guru dari berbagai sekolah anggota Gugus 1, antara lain SD Inpres 10/73 Kahu, SD Inpres 12/79 Kahu, SD 291 Kahu, SD Inpres 6/80 Pammusureng, SD Inpres 5/81 Bana, SD Inpres 12/79 Bana, SD Negeri 296 Bana, dan SD Negeri 292 Pammusureng.
Ketua KKG Gugus 1, Rosnawati S.Pd.I, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru sekaligus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
"KKG ini diutamakan bagi kelas tinggi, yaitu kelas empat, lima, dan enam, karena menghadapi Kompetensi Akademik (TKA)," ujar Rosnawati.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh anggota KKG telah menyepakati beberapa program kerja strategis.
Program tersebut mencakup penyusunan perangkat ajar, pengelolaan kinerja guru (PKG), penyusunan soal sumatif akhir semester, pelatihan coding, dan pelatihan pengelolaan kelas.
Ketua K3S Kecamatan Bontocani, Muhammad Saleh S.Pd, menyambut baik pelaksanaan KKG dan mengapresiasi komitmen para guru.
Menurutnya, kerja sama yang baik antaranggota KKG akan berdampak positif pada kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Pengawas SD Kabupaten Bone, Baharuddin S.Pd, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan KKG ini.
Ia menekankan pentingnya guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi pendidikan.
Kegiatan KKG ini dinilai mampu menjadi wadah pembelajaran bersama bagi guru untuk saling bertukar pengalaman, strategi pembelajaran, serta inovasi dalam pengelolaan kelas.
Hal ini diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Kecamatan Bontocani.
Rosnawati menambahkan, program KKG tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga membangun karakter guru sebagai pendidik profesional.
"Jadilah guru hebat yang mampu menghadirkan pembelajaran inspiratif, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan peserta didik," pungkasnya. (abh)



