timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Dua Eks PSM Makassar Terancam Dipecat. Ini Sebabnya...

Baca Juga

Wiwink-Bola, Selasa 9 Agustus 2022 06:31 WIB



TIMURKOTA.COM, JAKARTA- Panasnya posisi kursi pelatih kepala di klub peserta Liga 1 2022 mulai mengancam korban. Meski baru memasuki pekan ke-3 perhelatan kanca tertinggi sepakbola di negeri ini.


Gelombang desakan dari suporter agar dilakukan evaluasi, setelah tim kesayangan meraih hasil minor di tiga laga dilalui seakan sulit dibendung pihak manajemen klub.

Salah satu pelatih yang disebut-sebut tengah berada di ujung tanduk adalah Eduardo Almeida. Arsitek berusia 44 tahun itu belum mampu mempersembahkan hasil maksimal bagi Arema FC.

Akibatnya, berhembus isu di internal manajemen Arema untuk dilakukan pergantian pelatih. Menurut sumber media ini, Almeida masih diberi kesempatan hingga beberapa laga ke depan.

"Jika dalam dua atau tiga pertandingan ke depan belum ada perubahan. Maka manajemen akan mengambil sikap," ungkap sumber tersebut.

Ungkapan sumber tersebut bukan isapan jempol belaka. Pasalnya, pihak manajemen kabarnya telah menyiapkan kandidat calon pengganti jika target diberikan ke Almeida gagal dicapai.

"Calon penggantinya adalah pelatih lokal," imbuh sumber itu lagi.

Usai kalah telak dari Borneo FC, di laga terakhir. Arema kembali meraih hasil minor. Mereka hanya mampu bermain imbang 0-0 saat menjamu tamunya PSS Sleman di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (05/08/22).

Kursi pelatih yang tak kalah panasnya adalah milik Robert Rene Albers di Persib Bandung. Hasil pekan ke-3, dimana Maung Bandung dilumat 4-1 oleh Borneo FC membuat suporter mengamuk.

Mereka ramai-ramai memasang #ReneOut hingga jadi trending topik di Twitter. Ungkapan kekecewaan tersebut diluapkan suporter karena merasa timnya saat ini dihuni mayoritas bintang timnas Indonesia.

"#ReneOut Trending di Twitter, Kalau Persis Solo malam ini menang, Persib bakalan jadi juru kunci," tulis penggemar Persib.

Tim Maung Bandung keok 1-4 dalam laga melawan Borneo FC. Persib unggul pada menit ke-9 lewat aksi David da Silva. Tapi, setelah itu, mereka tak berkutik. Pasukan Robert Alberts digelontor empat gol oleh tim Pesut Etam.

Gol Borneo FC pertama dicetak oleh Fajar Fathur Rahman pada menit ke-17. Terens Puhiri membawa Borneo FC berbalik unggul pada menit ke-23.

Babak kedua, Persib makin tak berkutik. Gawang Teja Paku Alam dibobol dua kali oleh Stefano Lilipaly (64') dan Matheus Pato (87').

Ini menjadi kekalahan kedua Persib musim ini setelah pekan lalu keok 1-3 dari Madura United. Dari tiga laga awal, Persib belum pernah meraih kemenangan. Satu laga lain berakhir imbang yakni kontra Bhayangkara FC (2-2). 

Kemudian ada mantan pemain PSM Makassar yang kini melatih Persis Solo, Jacksen F Tiago. 

Hasil tiga laga di Liga 1 2022 semua berakhir dengan kekalahan membuat dirinya saat ini berada digerbang pintu keluar dari Persis Solo.

Sejauh ini, kiprah Persis pada tiga pertandingan awal Liga 1 di bawah asuhan Jacksen F Tiago dinilai masih jauh dari harapan.

Yang terbaru, Persis Solo harus kembali menelan pil pahit seusai tumbang 0-2 dari Persikabo 1973 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Minggu (7/8/2022).

Dua gol yang membawa Laskar Padjadjaran menang atas Laskar Sambernyawa pada pertandingan ini dicetak Lucas Gama pada menit ke-69 dan Gustavo Henrique pada menit ke-73.

Berikut tiga pelatih yang bisa menggantikan tugas Jacksen F Tiago andai benar didepak dari kursi kepelatihan Persis Solo.

Sebelumnya, Laskar Sambernyawa juga menelan hasil minor seusai kalah 2-3 dari Dewa United dan tumbang dengan skor 1-2 saat bersua Persija Jakarta.

Dengan hasil tiga pertandingan awal di Liga 1 2022-2023 ini, tim asal Kota Bengawan itu untuk sementara tergusur ke dasar klasemen karena belum mengoleksi poin.

"Kalau hari ini saya dapat kabar ini pertandingan terakhir, saya harus berjiwa besar," ungkap Jacksen dalam jumpa pers usai pertandingan.

Juru taktik asal Brasil itu tak menampik jika Persis Solo tampil mengecewakan hingga tiga pertandingan Liga 1 musim ini tanpa meraih satu pun poin.

Jacksen pun menganggap wajar jika kekalahan dari Persikabo 1973 membuat tekanan dan kritikan kepadanya semakin besar dari suporter.

"Saya harus berjiwa besar untuk menerima kritik dan tekanan. Selama tiga pertandingan belum mampu mendapatkan hasil yang semestinya didapat," tegasnya.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close