timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Tertimpa Bangunan Runtuh saat Gempa, Seorang Anak di Mamuju Tewas

Anak yang meninggal dunia tertimpa bangunan runtuh (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, MAMUJU-

Gempa dahsyat yang terjadi di Sulawesi Barat menelan korban jiwa. Seorang anak perempuan tewas usai tertimpa reruntuhan bangunan.

Kabar duka tersebut disampaikan kerabat korban dalam unggahannya di media sosial.

"Innalilahi wa Inna ilaihi rajiunturut berduka cita sedalam2 nya anak dari sahabatku meninggal dunia disebabkan gempa dimamuju, sabarki dek say.. Evi Ifah   in syaa Allah syurga menantinya, dan bgm keadaan ta disana dan semua keluarga dek, semoga kalian semua dalam lindungan Allah," tulis Ernawati Rahmat.

Dilanjutkan Ernwati, anak tersebut tak dapat menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan rumahhya saat terjadi guncangan dini hari.

"Tidak sempat menyelamatkan diri kasiang," tulisnya melanjutkan.

Diberitakan sebelumnya, Gempa susulan berkuatan 6,2 SR kembali mengguncang Provinsi Sulawesi Barat. Tercatat tiga kabupaten, masing-masing, Mamuju, Majene dan Polewali merasakan getaran hebat yang meruntuhkan sejumlah bangunan itu.

Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan cukup parah yakni Hotel Maleo di Mamuju. Terlihat bangunan rubuh. Hal yang sama juga dialami gedung Kantor Gubernur Sulbar terdapat beberapa kerusakan berat.

Gempa susulan ini sendiri terjadi pada Jumat (15/01/2021) sekira pukul 02.28 Wita.

"Kami terbangun saat ada guncangan lagi. Semalam itu getarannya lebih keras, lemari dan benda lain terjatuh. Saya bangunkan anak kemudian lari keluar rumah," kata warga, Mardiah.

Sejak guncangan dahsyat itu, Mardiah mengaku trauma berada di dalam rumah. Dia memilih untuk mencari titik pengungsian sambil menunggu keterangan resmi dari pemerintah.

"Nanti setelah ada pernyataan resmi dari pemerintah baru kami pulang ke rumah. Lebih baik cari aman dulu demi anak-anak juga," katanya.

Warga lain, Juliandi yang mengaku saat kejadian tengah berada di kawasan Hotel Maleo Mamuju. Menurutnya, getaran yang dia rasakan cukup keras bahkan dirinya menyaksikan bangunan-bangunan mulai ambruk.

"Saat saya baru parkir motor, tiba-tiba rasanya seperti dalam ayunan. Pas saya berbalik gedung sudah berjatuhan, saya tinggalkan motor dan lari ke tempat terbuka bersama warga lain,"katanya.

Dari dua gempa yang terjadi, Julianri menuturkan peristiwan pada pukul 02.28 Wita memiliki getaran paling kencang.

"Memang sejak kejadian kemarin, kami selalu merasa was-was. Bahkan saya sendiri sulit tidur karena takut ada guncangan kedua dan ternyata betul ada," katanya lagi.

Hingga saat ini tampak sejumlah warga memilih untuk membersihkan puing-puing dinding rumah yang rusak.



***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close