TIMURKOTA.COM, MEDAN- Media sosial kembali diramaikan isu viral terkait seorang artis berinisial HH yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan sebuah tautan video yang diklaim menampilkan aktivitas melayani pelanggan.
Isu tersebut menyebar cepat di berbagai platform dan memicu spekulasi luas di kalangan warganet.
Menanggapi hal itu, pihak kepolisian menyatakan telah menemukan sejumlah fakta baru dari penelusuran awal terhadap informasi yang beredar.
Namun demikian, polisi menegaskan bahwa informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat disimpulkan kebenarannya, termasuk soal identitas maupun keterlibatan pihak tertentu.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran konten atau tautan yang berpotensi melanggar hukum.
Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan hingga ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum terkait hasil penyelidikan kasus tersebut.
Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan mengungkapkan fakta baru terkait dengan penangkapan artis Hana Hanifah (HH).
Polisi menemukan, bukti chat dengan beberapa pelanggan yang berasal dari berbagai daerah. Termasuk, Surabaya, Sumatra Selatan dan Kalimantan.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, hasil pemeriksaan penyidik terungkap telah satu tahun terlibat prostitusi.
"Jadi pertama kali pada saat wawancara langsung dengan yang bersangkutan, yang bersangkutan menyampaikan bahwa di Medan baru sekali, tapi dia lakukan kegiatan ini pengakuannya sudah satu tahun," ungkapnya menjelaskan.
Mengenai video HH melayani pelanggan polisi mengaku tak menemukan hal itu. Hanya chat ke beberapa pelanggan ditemukan dan dijadikan bukti.
Riko menambahkan, HH terlibat dalam dunia gelap dengan alasan keuntungan besar.
"Alasannya itu karena menjanjikan keuntungan ekonomi yang sangat besar," sebutnya.
(rill/as)


