timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Ulah Manusia Salah Satu Penyebab Banjir Bandang di Masamba

Kerusakan hutan dibeberapa titik di hulu jadi penyebab banjir bandang di Masamba (dok)
TIMURKOTA.COM, MASAMBA-


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada dua faktor yang penyebab bencana banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara.

“Hasil analisis sementara Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat dua faktor penyebab banjir bandang Luwu Utara, yakni manusia dan alam,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati yang dikutip dari Detik.com, Jumat (17/7/2020).

“Faktor manusia, terpantau di lokasi adanya pembukaan lahan di daerah hulu DAS Balease dan penggunaan lahan massif perkebunan kelapa sawit. Terkait dengan pembukaan lahan ini, salah satu rekomendasi dari KLHK, yakni pemulihan lahan terbuka di daerah hulu,” paparnya.

Hal ini dengan mudah terlihat di wilayah terdampak banjir, begitu banyaknya pohon yang hanyut terbawa arus, bahkan menutupi badan sungai.

Raditya Jati menjelaskan faktor alam juga menjadi pemicu. Curah hujan dengan intensitas tinggi di daerah aliran sungai (DAS) Balease menjadi salah satu pemicu banjir bandang tersebut.

Termonitor curah hujan lebih dari 100 mm per hari serta kemiringan lereng di bagian hulu DAS Balease sangat curam. Desa Balebo yang dilewati DAS ini berada pada kemiringan lebih dari 45 persen.

“Selain faktor cuaca, kondisi tanah berkontribusi terhadap terjadinya luncuran material air dan lumpur. Jenis tanah distropepts atau inceptisols memiliki karakteristik tanah dan batuan di lereng yang curam mudah longsor, yang selanjutnya membentuk bending alami atau tidak stabil. Kondisi ini mudah jebol apabila ada akumulasi debit air tinggi,” ujarnya.

Masih dari keterangan BNPB Saat ini Jumlah korban meninggal dunia tercatat 30 orang dan 15 orang masih dalam pencarian. Kejadian ini mengakibatkan puluhan orang dirawat di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Lebih dari 3.500 keluarga mengungsi.

(rill/as)



Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close