timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

11 Warga Positif Corona. Pasar Tetap Penuh Sesak Jelang Lebaran di Bone

Kondisi pasar yang terpantau ramai di Kota Watampone,  Kabupaten Bone,  Sulawesi Selatan (dok)
TIMURKOTA.COM, BONE-
Kamis (21/05/2020) Juru Bicara Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bone,  Sulawesi Selatan kembali mengumumkan tambahan empat pasien baru.

Empat pasien positif corona tersebut berasal dari cluster Jalan Langsat Bone dua orang serta dua lainnya dari Desa Lappabosse,  Kecamatan Kajuara.

Dengan terbentuknya cluster, Bone maka telah terjadi transmisi lokal di Kabupaten Bone. Dalam artian penularan tidak hanya berasal dari pendatang, juga bisa terjadi antara sesama warga yang pernah bersentuhan dengan pasien positif.

Juru Bicara Covid-19,  dr Yusuf mengatakan, ketika telah terjadi transimisi lokal, maka tingkat kesulitan mendeteksi penyebaran Covid-19 juga makin berat.

"Ini sangat riskan,  karena penularan bisa terjadi kapan saja sesama penduduk lokal. Jadi kami imbau bagi yang pernah bersentuhan dengan pasien silahkan laporkan dan secepatnya isolasi diri," tukasnya.

Makin rawannya penularan Covid-19 tak menyurutkan semangat warga di Bumi Arung Palakka berkumpul di sejumlah pasar tradisonal.

Hampir semua pasar terlihat sangat padat,  para pengunjung tak lagi memperhatikan Physical distancing bahkan ada beberapa pengunjung tak mengenakan masker.

Salah satu contoh yakni pasar di Kelurahan Bajoe,  Kecamatan Tanete Riattang Timur. Sejak pagi sudah mulai padat hingga menjelang sore.

Seorang Ibu Rumah Tangga,  Sutiana yang dikonfirmasi mengatakan,  tetap khawatir dengan wabah Covid-19. Namun dirinya mengaku stok bahan pokok di rumahnya mulai menipis.

"Iya takut juga,  tapi mau diapa pak. Stok bahan dapur sudah mau habis,  apalagi sebentar lagi mau lebaran," ujarnya.

Sutiana mengaku dirinya ke pasar karena memang tidak ada jalan lain. Pasalnya penjual sayur yang sering berjualan di dekat rumahnya sudah lama tidak pernah muncul.

"Dulu waktu masih ada penjual sayur keliling enak karena semua kebutuhan ada. Namun semenjak corona penjual juga tak pernah muncul,  yang biasa datang hanya penjual ikan saja," jelasnya.

Selain pasar Bajoe,  Pasar Palakka dan sejumlah pusat perbelanjaan juga terlihat ramai.

(rill/as)

Berita Populer

close