Penulis: Syamsul Bahri Arafah
Editor: timurkota.com
TIMURKOTA.COM, BONE- Oknum Anggota Kepolisian berinisial, Aipda SD yang bertugas di Kepolisian Sektor Lappariaja telah menjalani proses pemeriksaan oleh tim Paminal Polres Bone terkait dengan dugaan keterlibatannya dalam kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Aipda SD mengatakan, bahwa informasi yang beredar terkait dirinya terlibat dalam kasus penyalahgunaan BBM tidak benar.
"Saya telah menjalani pemeriksaan oleh Paminal Polres Bone dan memang tuduhan itu tidak benar," Ungkapnya kepada tim timurkota. com, Senin 2 November 2026 malam.
Dirinya menyebut bahwa namanya disebut terlibat dalam kasus BBM bersubsidi tanpa ada bukti kuat.
"Tidak ada barang bukti sama sekali. Bahkan dalam kurung waktu tiga tahun terakhir saya tidak pernah terlibat dan tidak pernah juga saya langsung ke SPBU," tukasnya.
Paminal Polres Bone turun melakukan pemeriksaan terhadap Aipda SD setelah dalam beberapa hari terakhir muncul di media massa dan media sosial mengenai tudingan SD terlibat dalam permainan BBM bersubsidi.
Sebelumnya diberitakan, Oknum Anggota Polisi berinisial, Aipda SD yang merupakan anggota Polres Bone diduga kuat terlibat dalam kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar.
Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan tim timurkota.com, terungkap bahwa oknum polisi yang bertugas di Polsek Lapri tersebut terlibat dalam kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan jumlah besar.
"Ada oknum polisi SD, ini besar dia punya karena membeli dari beberapa pelangsir dengan skala besar," ungkap sumber media timurkota.com.
Sumber lain mengatakan, bahwa oknum tersebut leluasa mengambil BBM dengan jumlah banyak memanfaatkan powernya.
"Memang memonopoli sehingga nelayan dan petani yang seharusnya mendapatkan BBM bersubsidi malah kesulitan, terkadang tak mendapat pelayanan dengan berbagai alasan. Sementara pelaku pelangsir bebas mengambil setiap hari," tukasnya.
Kalangan aktivis dan pemuda di Kabupaten Bone mendesak agar Propam Polda Sulsel turun tangan menangani kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.
"Saya kira bapak Kapolda Sulsel dibeberapa kesempatan sering menyinggung mafia BBM bersubsidi. Harusnya yang perlu dibersihkan terlebih dahulu adalah internal di kepolisian sendiri," ujar, Muh Arfan. (*)


