![]() |
| Suasana SPBU Cina (Foto: Dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, BONE- Kepala Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Irwanto akhirnya angkat bicara terkait dengan dugaan monopoli BBM Bersubsidi dan insiden dengan Intel Kodam XIV/Hasanuddin.
Menurutnya, permasalahan yang terjadi di SPBU Kecamatan Cina bermula dari kesalahpahaman setelah mobil oknum Intel terparkir dijalur kendaraan pengisian BBM yang memicu kemacetan.
"Sebelumnya saya berada di lokasi kemudian melihat dia (oknum) Intel masuk ke ruangan manajer SPBU. Kemudian saya pulang ke rumah, namun sekitar 30 menit kemudian saya kembali ke lokasi dan ternyata dia masih ada," ungkapnya.
Selanjutnya, selaku Ketua Satgas Merah Putih dirinya menyampaikan kepada pihak kepolisian yang berjaga agar meminta kepada Intel Kodam tersebut memindahkan kendaraannya karena menghalangi kendaraan yang hendak mengisi BBM.
"Setelah saya sampaikan dia keluar memindahkan kendaraannya. Kemudian setelah itu dia datang dan langsung marah, dia mengatakan bahwa semua kendaraan dan warga yang antre dengan jerigen akan diperiksa barcodenya. Menurutnya itu perintah dari Kodam XIV/Hasanuddin," Ungkapnya.
Irwanto kemudian menanyakan mengenai surat perintah pemeriksaan tersebut. Namun hal itu membuat oknum intel makin marah dan menunjukkan kartu anggotanya.
"Maksud saya kalau ada surat tugas maka saya akan bantu cek barcode karena sendirinya. Namun yang ditunjukkan adalah kartu anggota, sempat saya diajak masuk ke ruangan manajer sambil dia marah-marah namun saya tetap berdiri di depan karena menghindari perselisihan lebih jauh," terangnya.
Irwanto juga membantah tudingan bahwa dirinya menguasai SPBU Cina. Menurutnya, disana dirinya hanya datang menjalankan tugas sebagai ketua satgas merah putih.
"Hanya menjalankan tugas, dan selalu berupaya memberikan solusi kepada masyarakat yang ingin mengambil BBM. Setelah memeriksa barcode, saya kemudian mengarahkan ke manajer untuk menentukan jumlah kuotanya," tutup, Irwanto. (*)


