![]() |
| Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Desa Lamoncong menggelar Seminar Program Kerja (Foto: Dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, BONE– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Desa Lamoncong menggelar Seminar Program Kerja sebagai langkah awal pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada Kamis, 09 Juli 2026, bertempat di Kantor Desa Lamoncong, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone.
Kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan Potensi Lokal dan Pengarahan Berkelanjutan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Lamoncong yang Mandiri dan Berdaya Saing.”
Seminar tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Lamoncong A. Justan, Sekretaris Desa, Kepala Dusun Bakung dan Dusun Lamoncong, para Ketua RT, Kepala UPT SD Inpres 5/81 Lamoncong, perangkat desa, tokoh masyarakat, kader desa, serta masyarakat Desa Lamoncong.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KKN-T sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Koordinator Kecamatan yang menyampaikan Laporan Koordinator Kecamatan.
Dalam Laporannya, Koordinator Kecamatan Bontocani Arya Saputra fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Administrasi Publik, berharap agar program kerja ini bisa berjalan dengan sebagaimana seharusnya dan mahasiswa menjadi mitra masyarakat dalam membangun desa sekaligus menjaga nama baik institusi selama menjalankan pengabdian.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Lamoncong, A. Justan, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin dan berharap seluruh peserta mampu menjaga sikap serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat selama menjalankan pengabdian.
“Saya berharap adik-adik mahasiswa dapat menjaga sikap, menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian, serta selalu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Yang paling penting, jangan jatuhkan nama baik almamater. Tunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Hasanuddin mampu menjadi teladan, bekerja dengan penuh tanggung jawab, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Lamoncong,” pesan A. Justan.
Selanjutnya, Koordinator Desa KKN-T Gelombang 116 Desa Lamoncong, Raphael Carmelio Kristy Mahasiswa Fakultas Hukum, memaparkan gambaran umum pelaksanaan KKN serta menjelaskan program-program kerja yang telah disusun berdasarkan hasil observasi lapangan, identifikasi potensi desa, dan diskusi bersama pemerintah desa maupun masyarakat.
Program yang dirancang meliputi berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, sosial budaya, serta pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi Desa Lamoncong.
Dalam pemaparannya, Raphael menegaskan bahwa seluruh program tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan selama masa KKN, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan melalui keterlibatan aktif masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga untuk belajar dan tumbuh bersama masyarakat. Seluruh program yang kami jalankan akan mengedepankan semangat berkolaborasi bersama masyarakat, karena kami percaya bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kerja sama, partisipasi, dan rasa memiliki dari seluruh elemen masyarakat Desa Lamoncong,” ungkap Raphael.
Tema yang diangkat dalam seminar ini menjadi landasan pelaksanaan seluruh program KKN-T Gelombang 116 di Desa Lamoncong.
Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa berupaya mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki desa sebagai modal pembangunan yang berkelanjutan.
Program-program yang akan dilaksanakan tidak hanya berfokus pada penyelesaian permasalahan jangka pendek, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat, pelestarian budaya lokal, penguatan kelembagaan desa, serta pengembangan potensi yang mampu meningkatkan kemandirian dan daya saing Desa Lamoncong.
Seminar Program Kerja juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat. Berbagai masukan, saran, serta harapan yang disampaikan peserta menjadi bagian penting dalam penyempurnaan program sehingga pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu membangun rasa memiliki terhadap setiap program yang dijalankan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Melalui Seminar Program Kerja ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengabdian sebagai ruang kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat.
Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi aktif seluruh warga, program-program yang telah dirancang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Desa Lamoncong serta mewujudkan desa yang mandiri, berdaya saing, dan mampu mengembangkan potensi lokalnya secara berkelanjutan. (*)


