![]() |
| Suasana proyek pembangunan sekolah rakyat di Bajoe (Foto: Dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, BONE – Warga Kelurahan Bajoe, Kabupaten Bone, mengeluhkan dampak polusi debu dari aktivitas proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang dinilai semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keluhan ini terutama dirasakan oleh pengguna jalan dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berjualan di sepanjang akses menuju lokasi proyek.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa debu yang beterbangan akibat aktivitas kendaraan proyek dan pengerukan tanah membuat kondisi jalan menjadi tidak nyaman, bahkan berpotensi membahayakan kesehatan.
Mereka berharap ada perhatian serius dari pihak pelaksana proyek agar dampak tersebut segera ditangani.
“Debunya sangat mengganggu, apalagi saat kendaraan proyek melintas. Kami yang berjualan di pinggir jalan sangat terdampak,” ujar salah satu warga setempat.
Warga juga menyoroti belum adanya penyiraman jalan secara rutin untuk menekan debu.
Padahal, langkah tersebut dinilai sebagai solusi sederhana yang bisa langsung dilakukan oleh pihak kontraktor guna mengurangi dampak polusi.
Selain itu, warga meminta agar aktivitas pengerukan tanah dan pekerjaan proyek lainnya dapat disesuaikan dengan jam operasional tertentu.
Hal ini bertujuan agar tidak terlalu mengganggu mobilitas masyarakat, khususnya pada jam-jam padat aktivitas.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat turun tangan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek tersebut.
Mereka menilai, proyek pembangunan harus tetap memperhatikan kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.
Hingga saat ini, warga masih menunggu respons dari pihak pelaksana proyek terkait tuntutan tersebut.
Harapannya, ada langkah cepat yang diambil agar aktivitas pembangunan tetap berjalan tanpa merugikan masyarakat sekitar.
Dengan adanya keluhan ini, warga Bajoe berharap pihak terkait dapat segera melakukan penyiraman jalan secara rutin dan mengatur jadwal pengerukan agar dampak debu bisa diminimalisir, sehingga aktivitas masyarakat dan pelaku UMKM dapat kembali berjalan dengan nyaman. (*)


