![]() |
| Kondisi jalan akibat pembangunan sekolah rakyat dimana kontraktor dinilai tidak memperhatikan dampak terhadap lingkungan (Foto: Dok. Istimewa) |
TIMURKOTA.COM, BONE— Kerukunan Keluarga Pemuda Rompe (KKPR) melontarkan kritik keras terhadap dugaan kelalaian kontraktor dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Bajoe, Dusun Rompe, Kabupaten Bone.
Proyek yang diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat justru dinilai menimbulkan persoalan serius di lapangan.
Ketua KKPR, Irwan Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menempuh jalur resmi dengan mengirimkan surat serta melakukan audiensi langsung dengan kontraktor.
Dalam pertemuan tersebut, pihak pelaksana proyek berjanji akan membersihkan material tanah yang tercecer di jalan guna mengurangi dampak polusi.
Namun, menurut Irwan, komitmen tersebut tidak dijalankan secara konsisten.
Kondisi jalan di sekitar proyek kini semakin memprihatinkan akibat material tanah yang berserakan, menimbulkan debu saat cuaca kering dan berubah menjadi lumpur ketika hujan turun.
Hal ini dinilai mengganggu aktivitas warga sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengguna jalan.
Selain itu, dampak terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian serius akibat kualitas udara yang menurun.
Anggota KKPR, Aidil Rahmat, menilai proyek tersebut telah melenceng dari tujuan awal pembangunan.
Ia juga menyoroti sikap kontraktor yang dianggap tidak serius menindaklanjuti hasil kesepakatan, sehingga mencerminkan kurangnya tanggung jawab terhadap masyarakat.
KKPR pun mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengawasan ketat.
Bahkan, jika tidak ada perbaikan nyata, warga mempertimbangkan langkah tegas seperti menutup akses transportasi proyek sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang terus berlarut. (*)


