TIMURKOTA.COM, BONE– Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone) terus menghadirkan inovasi dalam memperkenalkan matematika kepada generasi muda.
Melalui kegiatan Live TikTok “Ramadhan Educast”, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Sirwanti, memaparkan perspektif baru tentang matematika yang tidak hanya dipahami sebagai ilmu hitung, tetapi juga sebagai sarana memahami keteraturan kehidupan dan nilai spiritual.
Kegiatan yang dipandu oleh host PMB UNIM Bone, Jasmin dan Jasnim, berlangsung interaktif dengan ratusan penonton yang aktif berpartisipasi melalui kolom komentar.
Dalam sesi tersebut, dijelaskan bahwa selama ini matematika sering dipersepsikan sebagai pelajaran yang sulit dan jauh dari kehidupan sehari-hari.
Padahal, jika dipahami secara mendalam, matematika justru merupakan ilmu yang sangat dekat dengan realitas kehidupan manusia.
"Matematika sebenarnya melatih kemampuan intelektual kita untuk berpikir logis, sistematis, dan problem solving. Melalui matematika, seseorang mampu menganalisis persoalan dan menemukan solusi secara rasional,” ungkapnya.
Namun yang menarik, dalam kesempatan tersebut Sirwanti juga memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang dikembangkan dalam Program Studi Pendidikan Matematika UNIM Bone, yaitu pendekatan socio-ecological mathematics education.
Pendekatan ini menempatkan matematika tidak hanya sebagai disiplin ilmu yang bersifat abstrak, tetapi sebagai ilmu yang berkaitan erat dengan konteks sosial, budaya, lingkungan, dan nilai-nilai kehidupan.
Matematika bisa kita temukan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari aktivitas ekonomi masyarakat, pengelolaan lingkungan, hingga keteraturan alam semesta.
Melalui pendekatan socio-ecological mathematics education, generasi muda tidak lagi memandang matematika sebagai mata pelajaran yang sulit atau menakutkan, tetapi sebagai ilmu yang relevan dengan kehidupan.
Ia juga mengaitkan keteraturan matematis tersebut dengan nilai-nilai spiritual yang terdapat dalam Al-Qur’an.
Salah satu ayat yang dijelaskan adalah Surah Al-Qamar Ayat 49 yang menyatakan bahwa segala sesuatu diciptakan menurut ukuran.
"Ketika kita belajar matematika, sebenarnya kita sedang belajar memahami keteraturan ciptaan Allah. Inilah yang membuat matematika tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga menumbuhkan kesadaran spiritual,” ujarnya.
Program Studi Pendidikan Matematika UNIM Bone mempersiapkan lulusannya menjadi pendidik profesional, peneliti pendidikan matematika, edupreneur di bidang pendidikan, serta fasilitator literasi socio ecological mathematics education.
Melalui kegiatan Ramadhan Educast ini, UNIM Bone berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari matematika sebagai ilmu yang tidak hanya penting secara akademik, tetapi juga relevan dengan kehidupan dan masa depan. (*)


