![]() |
| Walyanto, SP (Foto: Dok. Istimewa) |
Penulis: Syamsul Bahri Arafah
Editor: timurkota.com
TIMURKOTA.COM, BONE – Sejak resmi diamanahkan sebagai General Manager (GM) Kebun Bone pada 5 Januari 2026, Walyanto, SP langsung melakukan pembenahan internal dengan menekankan disiplin kerja sebagai fondasi utama kinerja karyawan.
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk meningkatkan profesionalisme dan efektivitas kerja di lingkungan Kebun Bone.
Sebelum bertugas di Kabupaten Bone, Walyanto diketahui berasal dari MKSO Kebun Jawa Tengah.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menerapkan sistem kerja yang terstruktur dan disiplin. Ia menegaskan bahwa perubahan budaya kerja menjadi prioritas sejak hari pertama dirinya menjabat.
“Sejak saya diamanahkan di sini, yang paling kami tekankan adalah kedisiplinan karyawan dan pimpinan. Disiplin harus dimulai dari contoh, terutama oleh pimpinan,” ungkap Walyanto kepada timurKota.com, Sabtu (07/02/26).
Walyanto menjelaskan bahwa seluruh karyawan diwajibkan mengikuti apel pagi setiap hari kerja mulai pukul 07.00 Wita.
Setelah apel, aktivitas kerja berlangsung hingga pukul 15.00 Wita untuk hari Senin hingga Kamis. Sementara itu, pada hari Jumat jam kerja berakhir pukul 13.00 Wita, dan khusus hari Sabtu hingga 12.00 Wita.
Menurutnya, apel pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana penguatan kedisiplinan, koordinasi, serta penyampaian arahan kerja kepada seluruh bagian. Setiap unit kerja juga diwajibkan melaksanakan apel internal sebagai bentuk tanggung jawab dan kontrol kedisiplinan.
“Kami tegaskan, apel pagi wajib diikuti setiap bagian, tanpa terkecuali. Ini menjadi indikator utama kedisiplinan dan komitmen kerja karyawan,” tegas ayah empat anak tersebut.
Ia menambahkan bahwa disiplin waktu, kehadiran, dan kepatuhan terhadap aturan kerja diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang produktif, tertib, dan profesional. Menurutnya, kinerja organisasi tidak akan optimal tanpa disiplin yang kuat.
Dengan kebijakan tersebut, manajemen Kebun Bone menargetkan peningkatan kinerja secara menyeluruh, baik dari sisi operasional maupun pelayanan internal. Ketegasan pimpinan dalam menegakkan aturan dinilai menjadi contoh positif bagi seluruh karyawan.
“Kinerja disiplin inilah yang kami bangun dan kami jaga bersama. Jika disiplin terjaga, maka target kerja dan tanggung jawab organisasi akan berjalan dengan baik,” pungkas Walyanto. (*)


