timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Takut Aksi Pencabulan Ketahuan. Ayah Paksa Anak Tiri Nikah dengan Tukang Pijat di Pinrang

Baharuddin (44) bersama NS (12)
TIMURKOTA.COM, PINRANG-


Pernikahan gadis, NS  berusia 12 tahun dengan seorang tukang pijat bernama, Baharuddin yang sempat viral rupanya dilatar belakangi aksi pencabulan.

Ayah Sappe diketahui telah melakukan aksi pencabulan terhadap korhan NS sejak 2018 lalu.

Karena aksinya ketahuan,  Sappe akhirnya memaksa NS menikah dengan Baharuddin yang merupakan pria berusia 44 tahun asal Kota Makassar.

"Hasil penyelidikan terungkap bahwa Sape telah melakukan pencabulan terhadap korban NS," ungkap,  Kasatreskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Nagara menjelaskan.

Aksi bejat, Sappe terungkap setelah NS menceritakan perlakuannya ke ibu kandungnya, Asia.

Untuk menutupi aib, Sappe kemudian menikahkan NS dengan BaharuddinTukang pijat Asal Kota Makassar.


Diberitakan Sebelumnya


Jodoh hanya tuhan yang tahu. Tak dapat diprediksi, bahkan kedatangannya terkadang diluar prediksi. Seperti itu kira-kira gambaran jodoh, Baharuddin pria yang kini genap berusia 44 tahun.

Bagaimana tidak, Baharuddin yang bekerja sebagai tukang pijat menikahi gadis berusia 12 tahun yang hanya sekali ditemui secara langsung.

Awal pertemuan dengan wanita yang kini resmi jadi istri sahnya bermula saat, Baharuddin bertandang ke Desa Watang Pulu, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Tujuan, Baharuddin ke Desa Watang Pulu awalnya untuk menghadiri pesta pernikahan kerabatnya. Sesampai di sana, Baharuddin bertemu dan jatuh hati pada NS.

Setelah bertemu keduanya aktif berhubungan melalui sambungan telepon selular. Baharuddin selanjutnya memberanikan diri melamar pujaan hatinya itu.

Lamaran pertama langsung ditolak mentah-mentah orang tua NS dengan alasan anaknya masih di bawah umur.

"Lamaran kedua juga kami tolak," ungkap,  ayah tiri NS bernama,  Sappe.

Namun, sebagai pria sejati. Baharuddin memberanikan diri melamar ke tiga kalinya yang membuat orang tua NS tak kuasa lagi menolak.

"Kami terima karena anak saya, NS mengancam kabur dari rumah kalau tidak diterima. Jadi apa boleh buat dari pada menimbulkan masalah mending terima saja," tukasnya menjelaskan.


(rill/as)

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close