timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Perbatasan Diperketat, Warga Makassar Pilih Cari 'Jalur Tikus' Ketimbang Rapid Test

Petugas posko perbatasan memeriksa pengendara (dok)
TIMURKOTA.COM, MAKASSAR-



Pemberlakuan Surat Keterangan Bebas Covid-19 di Kota Makassar sementara berlangsung sejak dimulai Senin (13/07/2020) lalu.

Meski begitu masih saja ada warga yang berupaya mencari jalan tikus dan main kucing-kucingan dengan petugas penjaga pos.

"Saya tetap ji bolak-balik, mau diapa kehidupan saya tergantung dari pekerjaan. Saya hanya bekerja di bengkel kecil mana bisa bayar rapid test." Rudding (45) warga Pangkep.

Dia mengaku memanfaatkan jalur tikus untuk bisa keluar masuk Makassar. Menurutnya, yang paling penting jaga kesehatan saja.

"Jaga kesehatan saja, mandi dan cuci pakaian. Saya percaya ada corona tapi tidak perlu juga terlalu takut. Kalau saya tinggal di rumah bukan corona yang bunuh tapi kami mati kelaparan," ungkapnya menjelaskan.

Hal sama dilakukan, Bambang menurutnya untuk rapid test perlu mengumpulkan uang selama tujuh hari.

"Saya buruh harian,  bantu-bantu orang angkat barang di pasar. Kalau mau rapid test harga Rp150 ribu, berarti satu minggu pendapatan saya, terus saya mau makan apa. Jadi mending cari saja lorong-loroang kalau masalah corona insyallah tidak karena kita jaga kebersihan saja," ulasnya.

Hal sama dilakukan seorang wiraswasta, Hardin. Dia mengaku harus bolan balik Makassar ke kampung halamannya.

"Di Makassar memang ada layanan Rapid gratis tapi itu berlaku bagi warganya. Kami yang KTP luar tidak bisa, jadi balik ke kampung asal mau urus malah bayar Rp300 bahkan sampai Rp400 ribu. Saya kadang pulang subuh sudah dua kali lolos lewat jalur khusus naik motor," imbuhnya menjelaskan.

(rill/as)




Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close