![]() |
| Bernardo Tavares |
TIMURKOTA.COM, PAREPARE — Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan tipis 0-1 saat menghadapi PSM Makassar dalam lanjutan kompetisi Super League 2026/2027 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026).
Pertandingan tersebut berlangsung dramatis hingga menit-menit akhir. Penjaga gawang PSM Makassar, Ardiansyah, menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian setelah menggagalkan dua kali eksekusi penalti yang dilakukan pemain Persebaya.
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi tim berjuluk Bajul Ijo yang datang ke Parepare dengan ambisi membawa pulang poin.
Di sisi lain, PSM Makassar berhasil mempertahankan keunggulan dan mengamankan kemenangan di hadapan pendukungnya.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan.
Selain gagal memaksimalkan peluang, pelatih asal Portugal tersebut menyoroti sejumlah keputusan wasit yang menurutnya layak dievaluasi.
Tavares menilai timnya memiliki sejumlah situasi yang berpotensi menghasilkan tendangan penalti.
Ia bahkan beranggapan Persebaya seharusnya memperoleh tiga hadiah penalti apabila setiap insiden di dalam kotak terlarang dinilai secara cermat oleh perangkat pertandingan.
“Kalau wasit jeli, seharusnya kami mendapatkan tiga penalti,” demikian inti protes Tavares terhadap keputusan wasit dalam pertandingan tersebut.
Meski demikian, penilaian mengenai layak atau tidaknya suatu insiden menghasilkan penalti tetap menjadi kewenangan perangkat pertandingan berdasarkan peraturan yang berlaku.
Protes pelatih tersebut mencerminkan kekecewaan Persebaya atas sejumlah situasi yang dianggap menguntungkan tim lawan.
Di tengah kekecewaan kubu tamu, penampilan Ardiansyah menjadi faktor penting bagi PSM Makassar.
Kiper Juku Eja itu mampu menjaga keunggulan timnya dengan menggagalkan dua kali eksekusi penalti, termasuk ketika salah satu tendangan harus diulang setelah muncul penilaian bahwa posisi penjaga gawang saat eksekusi pertama tidak sesuai ketentuan.
Ardiansyah tetap fokus menghadapi eksekusi berikutnya dan kembali berhasil mengamankan gawangnya. Aksi tersebut menjadi salah satu momen paling menentukan dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan PSM Makassar 1-0.
Hasil ini sekaligus memperlihatkan ketatnya persaingan di Super League musim 2026/2027. Bagi PSM, kemenangan di kandang menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Sementara bagi Persebaya, kegagalan memanfaatkan peluang, termasuk kesempatan dari titik putih, menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Kekecewaan Tavares pun menjadi catatan tersendiri setelah pertandingan. Selain mengevaluasi efektivitas penyelesaian akhir, Persebaya perlu melakukan pembenahan agar peluang yang tercipta dapat dikonversi menjadi gol pada laga selanjutnya.
Di sisi lain, kemenangan PSM Makassar tidak terlepas dari perjuangan lini pertahanan dan penampilan Ardiansyah yang tampil menentukan pada momen krusial. Hasil akhir 1-0 memastikan tiga poin tetap berada di tangan tuan rumah. (*)


