![]() |
| Korban dilarikan ke rumah sakit usai digigit ular (Foto: Dok. Istimewa) |
Penulis: Syamsul Bahri Arafah
Editor: timurkota.com
TIMURKOTA.COM, BONE– Seorang petani lanjut usia di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, harus menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban gigitan ular saat berada di kawasan Bulu Cinnong, Desa Cinnong, Kecamatan Sibulue, Kamis (9/7/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan korban mengalami luka gigitan pada kedua pergelangan tangan serta keluhan sesak napas dan mual hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Tenriawaru Watampone.
Korban diketahui bernama Patola (69), seorang petani yang merupakan warga Desa Cinnong, Kecamatan Sibulue. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 10.00 WITA ketika korban sedang beraktivitas di kawasan Bulu Cinnong.
Tanpa diduga, seekor ular berwarna hitam melompat ke arah korban dan langsung melilit lehernya sehingga korban berupaya menyelamatkan diri.
Dalam kondisi panik, ular tersebut juga menggigit tangan dan lengan korban. Beruntung, korban membawa sebilah parang saat berada di lokasi.
Dengan sigap, korban menebas bagian leher ular hingga lilitannya terlepas.
Tindakan tersebut berhasil menyelamatkan korban dari ancaman yang lebih fatal, meski ia tetap mengalami luka gigitan dan mulai merasakan gejala yang mengkhawatirkan.
Setelah kejadian, korban segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di UPT Puskesmas Sibulue.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban didiagnosis mengalami sesak napas, mual, serta luka gigitan pada pergelangan tangan kiri dan kanan.
Petugas medis kemudian memberikan penanganan awal sambil memantau kondisi korban guna mengantisipasi kemungkinan efek racun ular.
Karena kondisi korban memerlukan penanganan yang lebih komprehensif, sekitar pukul 14.30 WITA tim medis memutuskan merujuk Patola ke RSUD Tenriawaru Watampone.
Proses rujukan dilakukan agar korban dapat memperoleh observasi lanjutan, terapi yang sesuai, serta penanganan intensif apabila terjadi komplikasi akibat gigitan ular.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya petani dan warga yang beraktivitas di area perkebunan maupun perbukitan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap satwa liar, terutama ular.
Penggunaan perlengkapan pelindung, kehati-hatian saat bekerja di semak atau lahan terbuka, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gigitan ular merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko yang dapat mengancam keselamatan jiwa. (*)


