![]() |
| Sejumlah warga berupaya menyebrangi sungai, aksi nekat warga ini dipicu tak adanya jembatan penghubung (Foto: Dok. Istimewa) |
Penulis: Syamsul Bahri Arafah
Editor: timurkota.com
TIMURKOTA.COM, BONE– Warga Desa Lappa Bosse, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan penghubung yang hanyut akibat diterjang banjir.
Jembatan gantung tersebut selama ini menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas, termasuk bagi anak-anak yang setiap hari menuju sekolah.
Hilangnya jembatan penghubung antara Desa Lappa Bosse dan Desa Bulu Tanah membuat aktivitas warga menjadi terganggu.
Selain mempersulit akses pendidikan bagi pelajar, kondisi tersebut juga berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat yang sehari-hari bergantung pada jalur tersebut untuk bekerja dan mencari nafkah.
Kepala Desa Lappa Bosse, Hasyim, S.IP., mengatakan masyarakat sangat membutuhkan kehadiran kembali jembatan tersebut karena menjadi sarana vital yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Kajuara.
Menurutnya, pembangunan jembatan permanen akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan yang selama ini dihadapi warga saat musim hujan dan banjir.
"Jembatan gantung yang hanyut akibat banjir merupakan satu-satunya akses utama masyarakat. Kami sangat berharap pembangunan kembali jembatan, baik dalam bentuk jembatan gantung maupun jembatan permanen, dapat segera direalisasikan karena sangat dibutuhkan masyarakat," ujar Hasyim.
Ia menjelaskan bahwa manfaat jembatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh warga Desa Lappa Bosse, tetapi juga masyarakat Desa Bulu Tanah dan Desa Lemo.
Keberadaan jembatan dinilai sangat penting untuk menunjang kelancaran transportasi, mempercepat akses layanan pendidikan, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas perekonomian warga.
Menurut Hasyim, pemerintah desa telah mengajukan proposal pembangunan dan proses pengukuran lokasi juga telah dilakukan.
Karena itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Bone, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, hingga Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang mendesak tersebut.
Kerusakan infrastruktur akibat bencana alam menjadi tantangan tersendiri bagi daerah pedesaan.
Tanpa adanya akses penghubung yang memadai, masyarakat harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko, terutama bagi pelajar yang harus berangkat ke sekolah setiap hari.
"Kami atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat sangat mengharapkan agar pembangunan jembatan ini dapat segera terealisasi. Infrastruktur ini bukan hanya untuk akses jalan, tetapi juga menyangkut pendidikan, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kajuara," tutup Hasyim. (*)


