Perwakilan Pertamina menemui Bupati Bone dan menyampaikan bahwa stok BBM aman (Foto: Dok. Istimewa)
TIMURKOTA.COM, BONE– Pernyataan pihak Pertamina Patra Niaga terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang disebut aman di Kabupaten Bone menuai keraguan dari berbagai kalangan masyarakat.
Pasalnya, di lapangan justru terjadi antrean panjang kendaraan yang bahkan berlangsung hingga semalaman di sejumlah SPBU.
💳 Akses Artikel Premium
Untuk membaca artikel secara penuh, silakan lakukan pembayaran melalui
Bank BRI.
Berlangganan Timurkota+ untuk membaca cerita selengkapnya.
🔒 Konten Premium
❌ Kode salah atau tidak aktif
Isi Lengkap Artikel
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pengendara, baik roda dua maupun roda empat, yang harus rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Tidak sedikit warga mengaku mulai antre sejak malam hari hingga dini hari, namun tetap kesulitan memperoleh bahan bakar.
Sebelumnya, Sales Branch Manager Sulselbar II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, menegaskan bahwa stok BBM di Bone dan sekitarnya dalam kondisi aman serta distribusi berjalan normal.
Ia menyebut lonjakan pembelian secara bersamaan menjadi penyebab utama antrean di SPBU.
“Stok BBM untuk Kabupaten Bone dan sekitarnya dalam kondisi aman. Namun peningkatan pembelian dalam waktu bersamaan menyebabkan penyaluran di SPBU berlangsung lebih cepat dari biasanya,” jelasnya.
Namun, pernyataan tersebut dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.
Sejumlah warga mempertanyakan alasan di balik lonjakan pembelian jika stok mencukupi, mengingat antrean panjang terjadi hampir di berbagai titik SPBU dalam waktu yang bersamaan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat pengawasan distribusi agar suplai BBM sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Distribusi BBM terus berjalan dan stok dalam kondisi aman. Penting bagi seluruh pihak untuk menjaga pola konsumsi yang wajar agar distribusi tetap stabil dan tidak menimbulkan antrean berkepanjangan,” ujarnya.
Meski demikian, masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan antrean yang dinilai semakin meresahkan.
Warga juga meminta transparansi terkait distribusi BBM agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah kondisi yang terjadi saat ini.
.