timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Usai Pecat Milo, PSM Makassar Dikabarkan Dekati Pelatih Lokal, Ini Sosoknya....

Baca Juga


Editor: hamzah/timurkota

TIMURKOTA.COM, MAKASSAR-
Pasukan Ramang banyak dikaitkan dengan sejumlah pelatih baik asing maupun lokal usai memecat Milomir Seslija.

Salah satu pelatih lokal yang dikaitkan dengan PSM Makassar adalah Bambang Nurdiansyah.

"Coach Bambang Nurdiansyah masuk radar PSM Makassar," tulis pengguna akun instagram bernama @ngapakfotball  pada Sabtu (11/12/2021) melansir tribun news.


Profil Lengkap Bambang Nurdiansyah 

Melansir dari wikipedia. org, Anak dari pasangan M Sidik (almarhum) dan Nursehan ini memulai kariernya di kesebelasan Arseto Solo pada 1978-1982. Ia kemudian hijrah ke Tunas Inti (1982-1983), musim berikutnya pindah ke Yanita Utama (1983-1985). 

Sebelum menjadi pelatih, ia adalah seorang pemain sepak bola dan telah memperkuat Pelita Jaya dan tim nasional sepak bola Indonesia selama 11 tahun (1980–91).

Dia juga bermain untuk Mercu Buana dan Krama Yudha Tiga Berlian pada era Galatama pada tahun 1980-an. Ia memenangkan Galatama dua kali dengan Krama Yudha, dan selesai sebagai pencetak gol terbanyak ketiga kalinya - paling produktif musim menjadi musim 1984, ketika dia mencetak gol 13 di Liga.

Bambang Nurdiansyah merupakan satu-satunya pemain yang pernah meraih hattrick gelar top skor saat masa Galatama, yakni ketika tampil bersama Yanita Utama Bogor dan Krama Yudha Tiga Berlian Palembang pada tahun 1983-1985.

Tak hanya moncer di kompetisi domestik, Ia juga sukses mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia Tenggara. Ia masuk dalam skuat Timnas Indonesia yang sukses mempersembahkan emas SEA Games pada 1991.2007.

Ia dianugerahi sebagai salah satu 22 legenda sepak bola Indonesia, yang penganugerahannya diserahkan pada final Piala Indonesia 2007.


Karir Pelatih

Mulai musim 2008 ia melatih Arema Malang di Liga Super Indonesia, namun mengundurkan diri setelah baru menjalani 4 pertandingan karena merasa ditekan kelompok pendukung Arema, Aremania. Ia kemudian melanjutkan musim 2008/09 dengan menjadi pelatih PSIS Semarang.

Sebelumnya ia pernah melatih klub Pelita Krakatau Steel pada tahun 2006. Pada musim 2005 ia melatih di PSIS Semarang dan memberi gelar: Juara III LI XII 2005 Juara III PEBY 2005 Juara II LI XIII 2006 Juara II PEBY 2006, tetapi pindah karena ingin mendekatkan diri dengan keluarga. Selain itu, Bambang juga pernah melatih Persita Tangerang.

Di sela jeda Liga Indonesia musim 2005 dengan musim 2006, Bambang sempat ditunjuk oleh PSSI untuk melatih sementara Indonesia untuk pertandingan melawan Afrika Selatan dalam rangka ulang tahun Golongan Karya.


Ia juga pernah menjadi pelatih tim nasional sepak bola putri pada SEA Games 2011. Pada musim 2011-12, ia melatih klub sepak bola asal Papua Barat, Persiram Raja Ampat, yang bermain di Liga Super Indonesia 2011-12.

Setelah sempat berlabuh di beberapa klub termasuk caretaker Persija Jakarta, pada tahun 2019 ia kembali ke PSIS Semarang menggantikan Jafri Sastra pada tengah musim.

Lalu pada musim 2020 setelah dipecat oleh PSIS Semarang pada musim 2019 berakhir, Bambang Nurdiansyah berlabuh ke babel United selama satu musim. Tetapi karena waktu itu kompetisi liga 2 berhenti total akibat Pandemi COVID-19. 

Kontrak Bambang Nurdiansyah bersama Babel United juga berakhir. Berlanjut pada musim liga 2 2021 pada juni 2021, Bambang Nurdiansyah kembali melatih klub milik artis Raffi Ahmad yaitu RANS Cilegon FC selama 1 musim.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close