timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

CEK FAKTA: Kasus Asusila Oknum Paspampres ke Kowad, Bukan Pemerkosaan Tapi Suka Sama Suka. Berulang Kali Dilakukan?

Baca Juga

Wiwink-Hukum, Jumat 9 Desember 11:04 WIB

Dua oknum TNI telah ditahan atas kasus asusila

TIMURKOTA.COM, JAKARTA- Dunia maya digemparkan dengan pemberitaan terkait dengan oknum Paspampres berpangkat Mayor dilaporkan melakukan pemerkosaan terhadap prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dari satuan Divisi Infanteri 3/Kostrad. 


Berita awal yang diangkat media menyebutkan kejadian tersebut terjadi di sebuah hotel di Bali. Di mana dalam laporannya, Prajurit Kowad mengaku didatangi pelaku di dalam kamar.

Pelapor beralasan bahwa saat itu dirinya dalam keadaan sakit. Dia sempat menolak kunjungan atasannya itu. Namun karena alasan ingin melakukan koordinasi terkait dengan pengamanan KTT G20 di Bali akhirnya pelapor bersedia ditemui.

Keduanya kemudian berada dalam kamar hotel. Menurut pelapor pelaku melancarkan aksinya saat dirinya dalam keadaan terbaring sakit.

Ia baru menyadari jadi korban pemerkosaan setelah terbangun dan mendapati dirinya dalam keadaan tanpa busana.

Namun dari hasil penyidikan dilakukan Mabes TNI menyebutkan bahwa semua pengakuan pelapor terkait dengan perkosaan adalah rekayasa. 

Keduanya melakukan aksi karena suka sama suka. Sehingga oleh penyidik dua oknum tersebut diproses dan saat ini dalam penahanan.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyampaikan update hasil pemeriksaan terkait dugaan kasus pemerkosaan yang dilakukan oknum perwira paspampres berpangkat mayor.

Terduga korban adalah prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) dari satuan Divisi Infanteri 3/Kostrad.  Andika menegaskan baik terduga pelaku dan korban sama-sama ditahan. 

“Yang jelas kedua pihak, baik yang diduga pemerkosa dengan korban kini dua-duanya sudah ditahan,” kata Jenderal Andika di sela-sela pemeriksaan pasukan pengamanan pernikahan Kaesang dan Erina di Solo pada Kamis, 8 Desember 2022. 

Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa didampingi Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono saat memberikan keterangan pers di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 1 Desember 2022.

Menurut dia, penahanan terhadap dua orang tersebut dilakukan karena merujuk hasil pemeriksaan awal. 

Dia bilang ada dugaan yang membuat kasus ini tak seperti yang diberitakan pada awal munculnya tersebut.  

Maka itu, dari hasil pemeriksaan kasus tersebut, belum ditemukan adanya korban dari kasus tersebut. 

“Jadi kalau benar ini bukan pemerkosaan, berarti tersangka hanya dua. Mereka berdua adalah pelaku dan kita kenakan Pasal 281 KUHP tentang asusila,” tutur eks Kepala Staf TNI AD (KSAD) tersebut. 

Dia mengatakan, saat ini pemeriksaan terhadap dua prajurit itu masih terus dilakukan. 

Andika juga mengungkapkan jika kedua pelaku terbukti melakukan pelanggaran tindakan asusila maka sanksi berat bakal diterima kedua anggota, yaini pemecatan dari anggota TNI.

 “Ada kemungkinan dan kemungkinan itu cukup besar. Ini bukan pemerkosaan tetapi satu tindak asusila yang konsekuensinya sangat fatal," jelas Andika. 

"Selain hukuman pidananya juga peraturan mereka-mereka yang berbuat asusila di internal di kalangan internal hukuman tambahannya pemecatan dari dinas," ujar Andika.   

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close