timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Cek Fakta: Ini Alasan Pemeran Video Syur Kebaya Merah, Polisi Temukan Video Baru Lebih 16 Menit

Baca Juga

Wiwink-Bola, Selasa 8 November 14:32 WIB

Gambar tangkap layar video syur kebaya merah


TIMURKOTA.COM, SURABAYA- Usai ditangkap di Daerah Medokan Surabaya, kedua pemeran video syur kebaya merah akhirnya mengakui perbuatannya. Mereka melakukan adegan tersebut kemudian videonya di sebar ke media sosial twitter.


Tujuannya untuk dijual sebagai konten, selain itu motip lain masih dalam pendalaman polisi. Yang jelas kedua pelaku ini memang dengan sengaja membuat video tersebut kemudian didistribusikan ke media sosial.

Salah satu bukti lain, yakni pelaku perempuan mengenakan kebaya. Sehingga terlihat dengan jelas bahwa mereka melakukan adegan dengan cara disetting. 

Polisi juga telah menyita beberapa barang bukti diantaranya camera ponsel yang digunakan pelaku pria saat merekam adegan mereka. Polisi juga sementara mendalami adanya peran pelaku lain dalam hal ini termasuk kelonggaran yang diberika pihak pemilik hotel.

Pemeran video syur kebaya merah berdurasi 16 menit ditangkap polisi dari jajaran Polda Jatim.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Farman menyebut pemeran laki-laki di video syur itu warga Surabaya, sedangkan wanitanya asal Malang. 

"Pemeran laki-laki berinisial ACS kelahiran Surabaya dan satu perempuan berinisial AH kelahiran Malang," ujar Farman diberitakan JPNN Jatim, Senin (7/11).

Kedua pemeran video kebaya merah itu ditangkap pada Minggu (6/11) sekitar pukul 21.00 WIB. 

"Ditangkap di daerah Medokan Surabaya," ungkap perwira menengah Polri itu. 

Polisi masih memeriksa keduanya untuk mengetahui apa motif tersangka merekam dan meyebarkan konten video kebaya merah tersebut. 

Menurut Kombes Farman, video mesum itu viral di Bali lantaran kebaya yang digunakan pemeran wanita mirip dengan pakaian khas masyarakat Pulau Dewata. 

“Kami tegaskan itu bukan di Bali, tetapi di Surabaya. Dilakukan di salah satu hotel di daerah Gubeng,” ujar Kombes Farman.

Dari temuan petugas, konon video itu dibuat pada pertengahan Juli 2022 di sebuah hotel bilangan Gubeng, tepatnya kamar nomor 1710. Penjelasan petugas hotel menyebut tiap kamar hotelnya dipasang stiker dilarang merokok di Juni-Juli 2022. 

"Pada video tersebut di dalam kamar tidak ada stiker dilarang merokok," kata Fakih. Lalu, backdrop kasur tiap lantai hanya dipasang satu kamar yang ada wallpaper sesuai video yang tersebar. 

Selain itu, pemeran perempuan dengan kebaya merah dalam video itu dipastikan bukan pegawai hotel Sebab, karyawan di hotel tersebut tidak ada yang mengenakan kebaya


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close