timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Kasus Video Syur di Bone Masuki Babak Baru, Kuasa Hukum Sebut Pelaku Paksa dan Ancam Korban Berulang Kali

Baca Juga

Wiwink-Hukum, Selasa 21 September 2022 09:08 WIB

Foto Ilustrasi


TIMURKOTA.COM, BONE- Kasus viralnya beberapa potongan video tindak asusila yang diduga diperankan sepasang pelajar di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memasuki babak baru.


Rupanya, kasus tersebut telah masuk ke rana hukum. Pihak keluarga korban melalui kuasa hukum, Irham SH & Partners memilih menempuh jalur hukum atas kasus yang belakangan ini menggemparkan Bumi Arung Palakka.

Irham SH membeberkan, dari pengakuan kliennya. Sebelum video tersebut beredar di media sosisal. Terlapor diduga telah berulang kali mengancam dan memaksa pelapor untuk melakukan bersetubuhan, jika ia menolak maka video tersebut akan disebarkan ke media sosial.

“Secara resmi kami bersama keluarga korban telah melaporkan apa yang telah dialami korban. Bahwa apa yang telah dialami oleh korban adalah bentuk kejahatan atas diri korban, yang mana awal kejadian korban dipaksa untuk melakukan persetubuhan oleh lelaki terlapor. Singkatnya bahwa terlapor sudah berulang kali mengancam korban akan menyebarkan video persetubuhan ini ke publik jika tidak memberikan pelayanan ke lelaki terlapor tersebut,” tegas Irham.

Ia melanjutkan, pihaknya sangat menyayangkan adanya video yang tersebar ke dunia maya. Irham mengajak kepada semua unsur untuk menyerahkan dan mendukung polisi dalam memperoses kasus tersebut.

“ini semua sangat kita sayangkan dan harusnya menjadi pembelajaran bagi kita semua, mari kita mendukung penegak hukum untuk berkerja dengan baik dalam penanganan permasalahan ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihak  kuasa hukum menduga korban tidak cuman satu orang yang diancam akan disebarkan video asusilanya jika tidak menuruti keinginan pelaku kejahatan.

Untuk itu Kuasa Hukum membuka posko pengaduan online jika ada yang merasa diancam dan diintimidasi serta tidak berani bercerita. 

“Iya kami membuka posko aduan untuk korban asusila yang diancam akan disebarkan videonya, serta kami menjamin kerahasian korban." Lanjut dia.

Pihak, kuasa hukum korban berharap agar masyarakat juga mendukung dan memberikan dukungan moril bagi korban dengan tidak ikut memposting. 

Serta menyebarluaskan dan menyebarkan informasi yang tidak benar yang berpotensi menjatuhkan dan merendahkan korban.

“Sekali lagi kami sangat berharap, agar kita semua, masyarakat dan pengguna media sosial untuk STOP memposting ,menyebarluaskan informasi tidak benar seputar peristiwa ini, mari kita semua memberi dukungan moril dan berpihak kepada korban dan keluarganya, janganlah kita bertindak menghakimi dan terus menyudutkan perilaku dan peristiwa yang dialami korban, yang mana kita ketahui bersama bahwa korban adalah kategori anak dibawah umur,”. Tutup dia.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close