timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Istri Sakit Tak Kunjung Sembuh. Pria Paksa Anak Kandung Gantikan di Kasur. Berulang Kali!

Wiwink-Bola, Kamis 21 April 2022 08: 52 WIB

Ilustrasi tersangka pemerkosaan anak



TIMURKOTA.COM, BOGOR- Entah setan apa yang merasuki MR (39). Pria asal Desa Gunung Mulya, Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat melakukan tindakan asusila dengan mencabuli anak kandungnya sendiri sejak 2019 silam.


Korban BA (15) harus menjadi korban pelampiasan nafsu bejat bapak kandung sejak ibunya menderita sakit dan tak kunjung sembuh hingga pada 2022.

Sakit yang diderita istri pelaku membuat tidak mampu melayani suami di ranjang. Hingga MR nekat menjadikan anaknya sebagai pengganti istrinya di kasur. 

Kini, MR harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia mendekam di balik jeruji besi dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Wakapolres Bogor, Kompol Wisnu Perdana Putra menerangkan, dalam melancarkan aksinya. Pelaku mengancam korban. Hingga sang anak pasrah jadi pelampiasan nafsunya.

"Sejak istri sakit korban sudah sering dipaksa sama pelaku. Karena takut korban ini tak berani menceritakan kelakuan bapak kandungnya ke orang lain," imbuhnya.

Kasus tersebut baru terungkap bermula saat korban tengah melakukan video call dengan seorang pemuda berinisial FM yang merupakan kekasihnya.

Sang pacar curiga pasalnya pelaku tiba-tina muncul di kamar korban lalu mengambil ponsel tersebut dan dimatikan, seperti diceritakan Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan kepada awak media.

Pada 20 Maret 2022 lalu, FM menemui korban lalu menanyakan perihal kenapa tiba-tiba bapak kandungnya muncul di dalam kamar. Awalnya korban menjawan bahwa akan memperbaiki lampu.

"Namun jawaban korban itu membuat FM tidak percaya. Karena terus didesak jujur, BA akhirnya mengakui, dan menceritakan semua perbuatan bapak kandungnya itu," katanya.

Mendengar pengakuan dari korban. FM kemudian langsung mendatangi Mapolsek Dramaga membuat laporan polisi. Selanjutnya predator anak itu kemudian diringkus polisi.

Pelaku digancar Pasal 81 dan/atau Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara kemudian denda Rp5 miliar.

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close