timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

6 Video Syur Diduga Oknum Anggota Dewan Tersebar. Nomor 4 VC Tanpa Busana sama Pria Berondong


Editor: hamzah/timurkota

TIMURKOTA.COM, JAKARTA-
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat atau sering disingkat dengan sebutan Anggota Dewan merupakan orang pilihan yang dipilih secara langsung oleh masyarakat dalam pesta demokrasi bernama Pemilihan Legislatif atau Pileg. 

Orang-orang pilihan yang duduk mewakili rakyat dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota diharapkan menjadi perwakilan bagi rakyat dalam mengontrol sistem pemerintahan di negara ini. Namun apa jadinya jika oknum yang menjadi wakil rakyat malah berbuat sebaliknya. 

Oknum wakil rakyat malah berbuat yang tak patut dicontoh. Salah satunya adalah diduga terlibat dalam video syur. Ini pernah menimpa beberapa oknum anggota dewan. Bahkan ada anggota dewan perempuan. 


Berikut daftar 6 Oknum Anggota Dewan yang diduga pernah terlibat skandal video syur: 


1. Oknum Anggota DPRD Pangkep 


Rekaman video mesum yang diduga melibatkan anggota DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan ( Pangkep), Sulawesi Selatan, viral di media sosial belakangan ini.

Dalam video berdurasi 12 detik tersebut terlihat seorang perempuan berinisial M (38) sedang melakukan adegan mesum di dalam kamar hotel dengan anggota DPRD Pangkep berinisial AR.

Setelah kasus tersebut menjadi perhatian publik, polisi akhirnya turun tangan.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, dua orang pelaku yang sengaja menyebarkan video mesum tersebut akhirnya ditangkap.

Kedua pelaku diketahui adalah M yang tak lain adalah pemeran perempuan dalam video tersebut. Sedangkan satunya lagi berinisial SAR (38).

Pemeran laki-laki dalam video tersebut diduga adalah ketua PDIP Pangkep yang juga menjabat sebagai anggota DPRD berinisial AR.

Namun demikian, AR membantah bahwa pemeran laki-laki dalam video tersebut adalah dirinya.

"Sekarang semua bisa direkayasa melalui komputer, apalagi cuma video seperti yang beredar itu," terangnya, Senin (2/11/2020).

Ia menilai video tersebut sengaja diedarkan oleh lawan politiknya untuk menjatuhkan calon yang diusungnya dalam Pilkada 2020.

"Ini merupakan jebakan politik untuk menjatuhkan calon yang diusung oleh Partai kami," ungkapnya.

2. Oknum Anggota DPRD Sumenep



Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur Samsuddin buka suara terkait video mesum yang mirip salah satu anggota DPRD kabupaten tersebut.

Samsuddin mengatakan pihaknya selama dua bulan telah mencari sumber video mesum yang mirip salah satu anggota DPRD Sumenep tersebut.

Meski demikian, pencarian yang dilakukan belum membuahkan hasil dan isu tersebut terlanjur berkembang di masyarakat. 

"Sudah kami sikapi. Namun, sampai hari ini tak ada yang bisa membuktikan adanya video tersebut," jelasnya dikutip dari Kompas.com, Senin (01/11/2021).

Dia menambahkan beberapa perwakilan organisasi juga ikut mendesak kasus video mesum itu untuk diusut dan diminta penjelasan.

Kepada pemilik video, Samsuddin mengatakan agar bisa berkoordinasi dengan BK DPRD Sumenep untuk membuktikan video itu ada atau hanya isu belaka.

"Jika memang video itu tidak ada, maka nama baik institusi DPRD Sumenep harus dipulihkan. Sebab, kami merasa tertuduh telah melakukan tindakan asusila," lanjutnya.

Samsuddin melanjutkan video mesum itu ada dan bisa dipertanggungjawabkan, anggota DPRD yang terlibat akan diproses sesuai aturan dan kode etik yang berlaku.

3. Oknum Anggota DPRD Manggarai 


Berita dugaan mesum di Kantor DPRD Manggarai Nusa Tenggara Timur viral sejak Kamis siang 17 Juni 2021. Sebagaimana diberitakan media, dugaan perbuatan amoral itu melibatkan oknum anggota dewan dengan salah satu pegawai.

Menurut sumber kepada media, perbuatan mesum itu kepergok oleh seseorang yang juga bekerja di Kantor DPRD Manggarai. Tapi siapa orang yang memergoki legislator dan pegawai tengah bercumbu pada jam kantor itu masih dirahasiakan.

Berdasarkan informasi yang beredar, seorang legislator kedapatan sedang berduaan di dalam kamar mandi bersama dengan seorang perempuan yang diduga adalah pegawai Sekretariat Dewan(Setwan).

“Peristiwa itu memang terjadi berapa bulan lalu tapi masih menjadi buah bibir di dalam (DPRD),” kata sumber tersebut.

Oknum DPRD yang diterpa skandal seks di dalam toilet  itu berhasil diwawancarai media. 

Dia diketahui sudah berkeluarga dan oknum staf yang diduga selingkuhannya itu juga diketahui sudah bersuami dan punya anak. Kepada wartawan, pria 38 tahun yang dikaitkan dengan isu tersebut membantah keras.

"Soal kedekatan saya dengan pegawai perempuan, kami semua anggota dewan dekat dengan pegawai. Lalu soal kedekatan saya dengan dia (nama pegawai) secara intim itu tidak benar," tuturnya.

4. Oknum Anggota DPRD Medan 


Sebuah video viral wanita diduga mirip Anggota Dewan (DPRD) di Medan sambil telanjang dada beredar luas di grup WhatsApp.

Wanita yang diperkirakan berumur 40-45 tahun ini disebut mirip dengan wajah anggota DPRD Kota Medan. Merespons hal tersebut Polda Sumut angkat bicara.

Polisi mengatakan akan segera mendalami video syur yang sedang hangat dibicarakan oleh warga Medan Utara.

"Polisi tentu akan mendalami apalagi ini menjadi potensi di masyarakat dan menimbulkan berbagai macam persepsi dan kita akan mendalami," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Sabtu (15/1/2022).

Hadi mengatakan sampai saat ini belum ada yang melaporkan soal beredarnya video hot tersebut.

Dia meminta agar wanita yang terekam itu segera membuat laporan ke polisi, apalagi bisa merugikan.

Setelah dilaporkan nantinya polisi bakal menyelidiki dan mencari penyebar video berdurasi 37-40 detik yang tengah beredar.

Meski demikian polisi juga berharap agar wanita yang dikaitkan itu melakukan klarifikasi agar tak menjadi bola liar.

Akan tetapi polisi juga bisa melakukan panggilan untuk memastikan.

"Sekarang yang bersangkutan yang ada di dalam video itu sebaiknya jika merasa keberatan melaporkan. 

Karena itu nanti masuk ranah awalnya delik aduan, baru nanti proses selanjutnya adalah menindaklanjuti siapa yang mengunggah video itu. Hal itu wajar apabila polisi melakukan klarifikasi (Pemanggilan)," ucapnya.

Sebelumnya ramai di grup-grup WhatsApp seorang wanita yang diduga sebagai anggota DPRD Kota Medan melakukan video call dengan seorang pria.

5. Oknum Anggota DPRD Lampung 


Badan Kehormatan (BK) DPRD Pesawaran, Lampung, membenarkan pemeran adegan tak senonoh dalam video pendek dan sempat beredar di masyarakat adalah ES, anggota Dewan Pesawaran. Kepastian itu didapat setelah BK melihat langsung barang bukti yang dibawa pelapor, SA, 50.

"Kami tadi melihat barang bukti dan bisa dipastikan (pemeran dalam video) itu adalah ES," kata Ketua BK DPRD Pesawaran, Hamsinar, Rabu, 9 Juni 2021.

Hamsinar berjanji secepatnya memanggil ES. Klarifikasi dari ES penting, karena kasus ini menyangkut etika anggota Dewan.

Menurut Hamsinar, BK masih menunggu hasil pemeriksaan kasus ini di Kepolisian Daerah Lampung. Apa pun hasilnya akan diteruskan kepada Ketua DPRD Pesawaran. 

"Andai dinyatakan bersalah yang berhak memberikan sanksi atau bahkan memberhentikan ES adalah partai yang mengusungnya," kata Hamsinar.

Pada kesempatan terpisah, SA mengakui sudah melaporkan perbuatan suaminya ME, 50, dan ES ke Polda Lampung pada April silam. 

Dia dan suaminya sudah dua kali diperiksa dan kasus ini sudah masuk pada gelar perkara.

Sementara SA mendatangi BK DPRD Pesawaran untuk memastikan ES benar anggota Dewan. 

"ES tidak mengakui perbuatannya, malah dia mau mengadukan saya. Saya tidak mau difitnah dikira bohong, makanya hari ini saya datang ke BK DPRD Pesawaran untuk memberikan keterangan fakta," terang SA.

6. Oknum Anggota DPRD Mimika


Video asusila seorang tokoh atau mantan Anggota DPRD Mimika, Papua tersebar luas. Polda Papua telah mengamankan 5 orang dan ditetapkan tersangka. 

Mereka berinisial VM, UY, PYM, DW dan EO. Nama terakhir diketahui Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng yang resmi menyandang status tersangka atas kasus tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Musthofa Kamal mengatakan, kelima tersangka dijerat dengan pasal 45 ayat(1), junto pasal 27 ayat 1 UU nomor: 19/2016 tentang ITE dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun.

“Kita akan panggil para tersangka untuk dilakukan pemeriksaan ya. Nanti akan di-update,” kata Musthofa Kamal, Selasa (13/10/2020).

Kasus dugaan penyebaran video mesum atau asusila ini sendiri ramai diperbincangkan di Papua. Pihak kepolisian terus melakukan penelusuran sampai akhirnya mengetahui awal mulanya video itu tersebar.

Mengenai motif dari penyebaran video seorang anggota dewan itu sendiri belum diketahui secara detail.


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close