timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Pengadilan Agama Maros Cetak 439 Janda Baru, Faktor Ekonomi jadi Pemicu


Editor: Hamzah/timurkota

TIMURKOTA.COM, MAROS-
Pengadilan Agama Kabupaten Maros merilis data angka perceraian priode Januari-Juli 2021. Menurut data yang ada perkara perceraian masih terbilang cukup tinggi dengan menembus angka 439 kasus.


Dari sekian banyak kasus yang ada. Salah satu penyebab perceraian paling dominan yakni faktor ekonomi. Selain itu ada pasangan yang terlibat perselisihan hingga akhirnya memilih untuk mengakhiri batera rumah tangga mereka.


"Data yang ada memang ada peningkatan. Namun ini belum signifikan." Kata, Arief Ridha Humas Pengadilan Agama Maros dalam keterangannya.


Bukan hanya di Kabupaten Maros, ada beberapa pengadilan agama di Sulsel telah merilis angka perceraian dan semuanya mengalami peningkatan.


Faktor desakan ekonomi selama Pandemi Covid-19 di tengarai menjadi salah satu pemicunya.


Tahun 2020 Angka Perceraian Capai 638


Kasus perceraian di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sedikit mengalami penurunan jika di banding tahun sebelumnya.


Pada 2019 lalu sebanyak 653 kasus sementara pada 2020 turun menjadi 638 perkara.


Berdasarkan rilis Pengadilan Agama Kabupaten Maros rinciannya, 483 perkara cerai gugat sementara talak capai 155 perkara.


"Memang ada penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pemicunya karena ada orang ketiga dan juga faktor ekonomi," terang, Humas Pengadilan Agama Kelas 1B Kabupaten Maros, Muh Arief Ridha.


Seorang wanita yang baru saja menyandang status janda ditemui timurkota.com di halaman Kantor Pengadilan Agama Maros mengatakan, dia gugat suaminya lantaran terbukti selingkuh dengan janda lain.


"Iya mantan suami selingkuh sama janda jadi saya ini janda gara-gara janda ambil suamiku," ujar, Dewi sambil tertawa.

Wanita mengenakan masker warna merah itu mengatakan suaminya awalnya menolak cerai.


"Memang menolak tapi dia tetap mau nikah sama jandanya.  Saya tidak mau dimadu, mending cerai saja," kata warga asal Bantimurung Maros ini


Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close