timurkota.com

timurkota.com

Terdepan Mengabarkan

Terbaru, Gadis 16 Tahun Rekam Kakak Berhubungan Intim Bertiga Ibu dan Pacar

Gambar hasil tangkap layar video berhubungan intim (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, NGAWI-

Video berhubungan intim yang melibatkan satu keluarga di Ngawi bikin geger. Ironisnya, perbuatan tak senonoh tersebut juga melibatkan adik sang pacar yang masih berusia 16 tahun. 

Anak yang masih duduk di bangku SMP tersebut diduga menjadi perekam atas adegan mesum yang dilakukan pacar, kakak dan ibunya. 

Dalam video adegan intim layaknya suami istri itu seorang pria berbantian berhubungan dengan pacar serta ibu kandung dari pacarnya.

Kasus video mesum ini terbongkar setelah pemeran laki-laki AGR (29) warga Mantingan, Kabupaten Ngawi, ini menunjukkan video asusila tersebut kepada sejumlah ibu rumah tangga. Tujuannya untuk dirayu dan diajak bersetubuh seperti dalam video. 

"Pemeran laki-laki dalam video sudah kami tangkap. Dari hasil penyelidikan, AGR ini juga penyebar video mesum itu," kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta, Selasa (09/02/21). 

Agung mengatakan, kasus video asusila tersebut terungkap atas laporan seorang ibu yang juga menjadi sasaran pelaku. Seorang ibu tersebut melapor karena merasa risih terus diganggu dengan kiriman video dan foto asusila. 

"Calon korban melapor digoda oleh pelaku yang selalu memamerkan video saat berhubungan intim itu. Calon korban ini terus dirayu lewat WhatsApp dengan kirim foto juga. Merayu bahwa pelaku punya alat vital yang kuat tahan lama," ujarnya. 

Agung juga membenarkan bahwa selain dengan pacar, pelaku juga melakukan adegan bersetubuhan dengan ibu sang pacar. 

"Kasus ini masih terus kami selidiki. Sebab, ada dugaan anak dari ibu tersangka juga dicabuli," katanya. 

Atas perbuatan itu, pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 29 Jo Pasal 4 ayat (1) UURI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, dan Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UURI Nomor 19 Tahun 2016, tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman 12 tahun penjara.

Selain itu, pelaku juga dijerat Undang-Undang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. 


***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close