timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Pelakor Awalnya Kirim Video Syurnya ke Istri Sah Selingkuhan, Kini Mengaku Diperkosa

SA didampingi kuasa hukumnya melaporkan kejadian (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BUKITTINGGI-

Kasus rumit menjerat, SA (27) seorang gadis diduga pelakor (perebut laki orang), warga Loweh kelurahan Campago Ipuah, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Dirinya, melaporkan pasangan suami istri,  A (36) dan Y (40)  warga Gurun Panjang, Kecamatan Guguak Panjang ke polisi dengan dugaan perkosaan.

Meski awalnya, SA sendiri yang mengirimkan rekaman video syur dan foto dirinya ke salah seorang rekan A. Namun belakangan dirinya malah mengaku diperkosa oleh A.

Dalam laporannya ke Polres Bukittinggi pada Sabtu (23/1), SA didampingi kuasa hukum, Khairul Abbas dan Rio Candra, menyebutkan, dugaan perbuatan asusila tersebut terjadi pada Jumat 11 Desember 2020, sekitar pukul 21.00 WIB di dalam kamar pasutri terlapor.

Dugaan perkosaan tersebut yang ia laporkan bermula saat istri A, yaitu Y mengetahui suaminya sering mengganggu dan melakukan pelecehan seksual terhadap SA. Y yang kesal mencoba menghubungi SA lalu menemui, membawa ke rumahnya, dan memaksa SA melakukan hubungan layaknya suami-istri dengan suaminya A.

Menurut Kuasa Hukum Khairul Abbas, hubungan kliennya SA dengan A telah berlangsung sejak 2018, saat keduanya sama-sama bekerja sebagai karyawan toko. 

"Terlapor A membujuk rayu bahkan melakukan perbuatan asusila dan merusak moral lainnya terhadap SA. A juga mengancam akan membunuh SA dan ayahnya kalau tidak menuruti kemauannya," kata Khairul Abbas dilansir sindonews.

Kapolres Bukittinggi AKBP. Dody Prawiranegara melalui Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP. Chairul Amri Nasution, mengatakan, berdasarkan Laporan Polisi yang dilakukan SA, pihaknya menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penangkapan terhadap pasutri A dan Y pada Sabtu (23/1) sekitar pukul 14.45 WIB.

"Untuk motif suami-istri melakukan tindakan tersebut masih kita dalami. Saat ini keduanya kita amankan di Polres Bukittinggi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasal yang kita sangkakan terhadap diduga pelaku adalah pasal 285 juncto 289 KUH Pidana, ancaman hukumannya 12 tahun penjara," ungkap Kasat Reskrim Chairul Amri. 

Sementara terlapor Y, sebelum ditangkap polisi mengklarifikasi dan membantah tuduhan perkosaan yang dilakukan suaminya. Menurut Y perbuatan suaminya A dan SA adalah suka sama suka dan tanpa paksaan.

Y mengaku tak dapat berbuat banyak karena ia pun diancam cerai oleh suaminya jika terlalu banyak protes saat ia menemukan foto dan video syur yang dikirimkan SA pada suaminya. "Dari foto dan video yang dikirimkan SA terlihat ekspresi SA merayu suami saya. Tidak ada keterpaksaan pada wajah SA saat ia merekam sendiri video dan foto syurnya itu," kata Y. 


***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close