timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Pemuda di Bone Tiga Kali Perkosa Gadis 14 Tahun di Empang dan Tong Sampah

Ilustrasi Pemerkosaan Anak (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, BONE-

Unit PPA Satuan Reserse Kriminal Polres Bone terus melakukan penyidikan terkait dengan kasus dugaan tindak pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur, SR (14) yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Satu persatu pelaku diciduk polisi. Terbaru, BU (16) Pemuda asal Kelurahan Jeppe'E, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kota Watampone, Sulawesi Selatan ditangkap sekaitan dengan kasus pemerkosaan terhadap SR yang melibatkan lima orang pelaku itu.

Di hadapan polisi, BU mengakui perbuatannya. Ia mengakui tiga kali melakukan aksi pemerkosaan terhadap korban SR. Dirinya bahkan pernah melakukan di tiga tempat berbeda.

"Pertama Gudang Kuliner pada Bulan Mei 2020, dilakukan pada Pukul 22.00 Wita. Selanjutnya di rumah empang, dan ketiga di tong sampah," kata, Kepala Kesatuan Reserse Kriminal Polres Bone, Polda Sulsel, AKP Ardy Yusuf.

Kini polisi masih memburu satu orang pelaku yang kabur pasca empat orang rekannya tertangkap.

Diberitakan Sebelumnya, tindak pidana pemerkosaan terhadap gadis di bawah umur SE (14) di Kelurahan Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan rupanya melibatkan lima orang pelaku.

Termasuk, RE (48) dan anak kandungnya KA (maaf sebelumnya tertulis KE). RE mengaku menggauli korban di tong sampah. Sementara anaknya, KA berperan menjemput korban di kediamannya di Jl Sungai Musi Watampone kemudian dibawa ke TKP dengan cara dibonceng menggunakan sepeda motor.

Kasus ini diungkap polisi pada Minggu (06/12/20) setelah pihak keluarga korban mendatangi Mapolres Bone di jalan Yos Sudarso, Watampone guna melaporkan kasus tersebut.

Dalam keterangan persnya, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf mengatakan, ketika dijemput, SE diajak oleh KA ke kawasan Lapangan Merdeka, Kota Watampone.

"Namun KA ini membawa korban ke Jl Bhayangkara di salah satu gubuk itu sudah menunggu lima pelaku termasuk RE. Disitu korban dicabuli secara bergantian oleh pelaku," katanya.

Dari lima pelaku, baru tiga orang berhasil diamankan polisi. Sementara dua lainnya masih dalam lidik.

"RE sudah mengakui perbuatannya. Dan ini yang kedua kalinya dilakukan terhadap korban di tempat yang sama," katanya lagi.

Sementara dari keterangan pelaku, RE dirinya tak melakukan pemaksaan terhadap korban. Bahkan dirinya memberi uang ke korban sebesar Rp50 ribu dengan harapan tutup mulut atas perbuatannya itu.

"Akibat perbuatan para pelaku ini, korban masih mengalami trauma," masih kata, Ardy Yusuf.

Bagi pelaku baik yang sudah tertangkap maupun masih buron bakal diganjar pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dengan ancaman hukuman15 tahun penjara.




***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close