timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Open BO, Dua Gadis Makassar Digerebek Hingga Oknum Polisi Perkosa PSK Usai Pelanggan Kabur

Tiga wanita ditangkap menjajakan diri melalui aplikask MiChat (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, MAKASSAR-


Tiga orang gadis asal Kota Makassar dan Kabupaten Gowa yang tertangkap dalam operasi prostitusi online di Kabupaten Sidrap diduga merupakan jaringan antar kabupaten.

Pelaku mendatangi sejumlah daerah yang dianggap berpotensi untuk jadi tempat melancarkan bisnis haram tersebut.

Ketiga Gadis yang diamankan masing-masing YPC (25), RI (25) merupakan warga Kota Makassar. Sementara, IN (23) berasal dari Kabupaten Gowa.

"Sementara didalami kemungkinan mereka jaringan lintas daerah apalagi melibatkan banyak pelaku termasuk empat mucikari," Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Benny Pornika.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam penggerebekan prostitusi online berkeduk Open BO di Kabupaten Sidrap.

Barang bukti diamankan petugas diantaranya, 10 telepon selular berbagai merek. 29 Sachet kondom berbagai merek, tiga botol Pelumas (Lubrican), Lima Dompet dan uang tunai Rp1,6 juta.

Sementara tiga orang prianya adalah Awal (23) beralamat di Kabupaten Soppeng, Fandi (24) berasal dari Kalimantan Timur, Heri (27) warga Kota Makassar, Dandi (23) asal Kota Makassar.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menggerebek aktivitas prostitusi online menggunakan aplikasi MiChat atau kerap diistilahkan Open BO.

Penggerebekan itu dilakukan setelah polisi melakukan penyamaran dengan memesan salah seorang gadis. Setelah deal dengan harga yang dipatok, petugas kemudian diarahkan pelaku ke salah satu hotel.

"Anggota melakukan penyamaran. Setelah bertemu di hotel disitulah kita lakukan penggerebekan. Ada total tujuh orang kita amankan termasuk pria yang diduga mucikari," Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Benny Pornika kembali menjelaskan.

Oknum Polisi Diduga Setubuhi Korban Usai Pelanggannya Kabur

Didampingi kuasa hukumnya, MIS (21) merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK) mendatangi Mapolda Bali guna melaporkan dugaan tindak pemerkosaan yang dialami pada Jumat (18/12/20)

Dalam keterangannya oknum mengaku anggota polisi tersebut mengaku bertugas di Polda Bali dengan bernisial, RCN.

Dalam melancarikan aksinya, RCN tak hanya melakukan persetubuhan. Dirinya juga diduga terlibat aksi pemerasan terhadap korban.

Kuasa hukum korban, Charlie Usfunan mengatakan, MIS awalnya bekerja di sebuah hotel di kawasan Badung, Bali.

Namun, ia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Untuk bertahan hidup, kliennya memilih menjadi PSK dan menawarkan jasanya di aplikasi MiChat, sejak tiga pekan lalu.

"Korban punya masalah ekonomi dan terpaksa menjual diri melalui aplikasi Michat," katanya di Polda Bali, Jumat (18/12/2020).

Charlie menjelaskan, kasus dugaan pemerasan itu terjadi ketika MIS melayani jasa seorang pria hidung belang pada Rabu (16/12/2020). Mereka bertransaksi di kamar indekos milik MIS di Denpasar.


***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close