timurkota.com

timurkota.com

Tim Redaksi

Keperawanan Gadis 13 Tahun Ditukar Bapak Guru dengan Hadiah Boneka. Dilakukan Berulang Kali

Ilustrasi (foto: Istimewa)

TIMURKOTA.COM, JAKARTA-

AM (32) merupakan oknum guru honorer yang dilaporkan ke polisi usai melakukan tindak pidana perkosaan terhadap anak yang masih berusia 13 tahun.

Dalam melancarkan pelaku yang tak lain adalah guru olahraga memberi perhatian lebih kepada korban dibanding temannya yang lain.

Pelaku kerap mengajak korban jalan hingga makan bersama. Dan setelah itu diberi hadiah berupa boneka.

Pemberian tersebut rupanya ada maksud lain. Pelaku mengajak korban berhubungan badan layaknya suami istri sejak masih berusia kelas 1 SMP.

Aksi pelaku dilakukan secara rutin setiap bertemu dengan korban selama tiga tahun lamanya.

Aksi pelaju sejak tahun 2018, dan akhir tahun 2020 terungkap. Intim keduanya terakhir 7 Desember 2020 disebuah hotel yang tercium oleh orang tua korban.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru menyebut, pelaku AM melakukan kejahatan seksual tersebut sejak korban duduk di bangku kelas VII SMP.

“Itu dilakukan sejak korban berusia 13 tahun. Sekarang korban berusia 16 tahun,” ujar Audie di Jakarta, Jumat (25/12/2020) pada jumpa pers.

Pelaku AM mendekati korban dengan modus membelikan hadiah, menyayangi korban, mengajak jalan-jalan hingga makan sehingga korban teperdaya.

AM juga membuat korban sepenuhnya percaya terhadapnya. Sehingga mau diajak bersetubuh dan berjanji tidak akan pernah meninggalkan korban.

“Korban teperdaya hingga terjadi persetubuhan di hotel maupun di kos-kosan pelaku,” kata Audie.

Kejahatan seksual tersebut dia lakukan sejak tahun 2018, hingga akhirnya terungkap di akhir tahun 2020.

Pada 7 Desember 2020, pelaku AM terakhir kali membawa korban ke sebuah hotel di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Selama melakukan kejahatan seksual pada anak tersebut, pelaku menggunakan alat kontrasepsi.

Setelah meninggalkan hotel, ibu korban yang akhirnya mengetahui keadaan putrinya tersebut melaporkan kepada polisi, dan menangkapnya.

Pelaku dijerat pasal 81 UURI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI nomor 33 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 15 tahun penjara.


***

Posting Komentar

0 Komentar

Berita Populer

close